BEKASI - Kelangkaan garam sejak bebarapa waktu lalu, dan hingga saat ini. Rupanya, membuat seorang pengusaha garam di Kota Bekasi terancam gulung tikar lantaran tak dapat pasokan garam yang biasa dijualnya kepada konsumen mereka khusunya, garam halus.
Pemilik usaha garam halus ‘Agung Sebayu’ yang berada di Kampung Jati, RT01/26, Margahayu, Kota Bekasi, Ratih (42) mengatakan, sudah beberapa waktu ini pihaknya kesulitan untuk mendapatkan pasokan garam yang saat ini sedang mengalami kelangkaan.
“Saya biasa dapat pasokan garam halus dari daerah Pati, Jawa Tengah. Tapi sejak kelangkaan garam sampai saat ini, tidak ada kiriman. Informasi yang saya dapat petani di Jawa gak ada yang panen, disana gagal panen karena hujan terus,” kata Ratih, Minggu (30/7/2017).
Baca juga:
Mendag Enggar: Terserah Pengusaha Garam Mau Impor dari Negara Mana
Antisipasi Kelangkaan, Garam Impor 75.000 Ton Segera Guyur Indonesia
Sontak dengan kondisi ini, Ratih mengaku, usahanya yang selama ini dibangun untuk menghidupi keluarganya yang biasa menjual garam halus dan kasar kini, hanya bisa menjual garam kasar saja kepada konsumennya.
“Untuk garam halus sudah tidak ada yang bisa dijual. Dan cuma bisa jual garam kasar yang juga tidak mudah saya dapatkan karena harus mengantri beberapa hari untuk mendapatkannya dari pemasoknya di daerah Makasar,” jelas Ratih.
Lebih lanjut, diakui Ratih, dengan kelangkaan garam saat ini dirinya pun khawatir apabila usahanya bangkrut karena tak bisa mendapatkan pasokan garam untuk dijualnya, dan mesin pengeras garam miliknya yang biasa dipakai setiap hari pun sudah terlantar tidak terpakai.
Baca juga:
Langka dan Mahal, Menteri Susi Sarankan Impor Garam
Dekati Masa Panen, Tak Perlu Lagi Panik soal Kelangkaan Garam!
Selain itu, Ratih menambahkan, kekhawatirannya akan usahanya bangkrut juga sudah mulai terasa olehnya. Sebab saat ini, dia pun telah mengurangi karyawannya akibat kelangkaan garam yang biasa ada enam orang, kini tersisa dua orang.
“Saya lakukan karena memang untuk kepentingan usaha kami tetap bertahan. Dan ini pun saya kadang membungkus garam sendiri setelah harus memecat karyawan,” tambah Ratih
(Widi Agustian)