nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

15 Proyek Pembangkit Listrik hingga 5 Jalan Tol Rp217 Triliun Ditawarkan ke Investor China

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 31 Juli 2017 13:18 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 07 31 320 1746953 15-proyek-pembangkit-listrik-hingga-5-jalan-tol-rp217-triliun-ditawarkan-ke-investor-china-T8bZ5eCY1W.jpg Ilustrasi: Reuters

JAKARTA – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terus mempromosikan peluang investasi, khususnya sektor infrastruktur melalui roadshow kepada investor asal China yang ada di Beijing dan Tianjin.

Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal BKPM Tamba Hutapea mengatakan, proyek infrastruktur yang ditawarkan antara lain Pelabuhan Kuala Tanjung dan Proyek Pariwisata Terintegrasi Danau Toba, Pelabuhan Bitung, 15 proyek pembangkit listrik, lima proyek jalan tol, serta lima proyek dengan skema PINA (Pembiayaan Investasi Non-Anggaran Pemerintah).

”Jadi nilai proyek yang ditawarkan ini mencapai Rp217 triliun,” kata Tamba di Jakarta, akhir pekan lalu.

Dia mengungkapkan, keseluruhan proyek tersebut terdiri dari proyek jalan tol senilai Rp42 triliun, proyek pelabuhan laut senilai Rp60 triliun, proyek pembangkit listrik Rp100 triliun, dan proyek resor pariwisata terintergrasi sebesar Rp15 triliun.

Dia mengatakan, China dipilih sebagai pelaksanaan roadshow promosi investasi mengingat tingginya minat para pelaku bisnis di bidang infrastruktur dari negara tersebut. Pemerintah dalam hal ini menyediakan berbagai skema investasi mulai dari skema kerja sama pemerintah-badan usaha (KPBU) hingga skema business to business (B-to-B).

Dalam kegiatan promosi investasi tersebut, BKPM juga menjalin kerja sama dengan China Export & Credit Insurance Corporation (Sinosure). Perusahaan BUMN China ini bertugas memberikan asuransi ekspor dan kredit kepada para pelaku bisnis China yang berinvestasi di luar negeri, termasuk Indonesia.

”Acara di Beijing dihadiri 273 peserta dari 155 perusahaan terkemuka di China. Sedangkan acara di Tianjin dihadiri oleh 55 peserta dari 22 perusahaan besar di Tianjin,” kata Tamba.

Sementara Vice President Sinosure Zha Weimin mengatakan, acara promosi investasi ini sangat diminati perusahaanperusahaan China karena menampilkan peluang investasi pada proyek-proyek riil. ”Hal ini terlihat dari tingginya jumlah peserta yang hadir,” katanya.

Berdasarkan data BKPM, China adalah salah satu kontributor utama realisasi investasi. Sepanjang periode Januari- Juni 2017, China berada di peringkat tiga dengan nilai investasi mencapai USD2 miliar. Posisi China di bawah Singapura di posisi pertama dengan realisasi USD3,7 miliar dan Jepang USD2,8 miliar.

Sebelumnya BKPM melaporkan China berada di posisi ketiga sebagai negara asal investasi asing di Indonesia dengan nilai mencapai USD1,95 miliar pada periode kuartal I/2017. Urutan pertama adalah Singapura dengan nilai investasi USD3,66 miliar dan kedua Jepang USD2,84 miliar.

Selanjutnya urutan keempat Hong Kong (USD1,02 miliar) dan Amerika Serikat (USD968,8 juta). Deputi Bidang Koordinasi Pengendalian Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis mengatakan, investasi asing di Indonesia masih didominasi pembangunan smelter, pertambangan, dan pembangkit listrik.

Dia menyebut, investasi asing di sektor industri logam dasar, barang logam, mesin, dan elektronik mencapai USD1,13 miliar dengan 944 proyek diikuti pertambangan USD1 miliar dengan 353 proyek, serta listrik, gas, dan air sebesar USD989,6 juta dengan 285 proyek.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini