Menko Darmin: di Mana Dana Reboisasi Sekarang? Enggak Tahu!

Dedy Afrianto, Jurnalis · Rabu 02 Agustus 2017 19:33 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 02 320 1748710 menko-darmin-di-mana-dana-reboisasi-sekarang-enggak-tahu-xpeDKdT3Ft.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat menyinggung tentang pengelolaan hutan di Indonesia yang belum optimal. Padahal, negara lainnya seperti Swedia dan Finlandia telah mampu memanfatkan hasil olahan hutan sebagai sumber penggerak ekonomi.

Menurut Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Indonesia telah cukup lama memulai proses pemanfaatan hutan secara berkelanjutan. Bahkan, menurut Darmin, Indonesia dahulu pernah memberikan hak pengelolaan hutan namun gagal dalam penerapannya.

"Nah tiba-tiba yang terjadi adalah karena pemerintah tidak bisa menanaminya kembali padahal dana reboisasi juga sudah dipungut, coba tanya di mana itu dana reboisasi sekarang? Enggak tau," kata Darmin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (2/8/2017).

Baca Juga:

 

Jokowi: Lihat Swedia dan Finlandia, Ekonominya Berasal dari Hutan!

Anggaran Jadi Kendala Antisipasi Kebakaran Hutan

Jokowi pun meminta agar hutan di Indonesia dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini pun masih perlu pembahasan lebih lanjut dari pemerintah.

"Nah itu memang harus kita bicarakan kembali mana yang hutan, kan hutan ini ada penetepannya ada penunjukan kawasan hutan. Hutan juga ada hutan konservasi ada hutan libndung dan produksi. Nah, bisa enggak hutan produksi itu dipakai untuk rakyat," kata Darmin.

Darmin menjelaskan, rakyat kecil saat ini memang sulit memperoleh izin dalam mengelola hutan. Bahkan, terdapat banyak izin yang harus dilalui sebelum masyarakat kecil dapat mengelola hutan. Hal ini pun berbanding terbalik dengan perusahaan dapat memanfatkan lahan hingga 100.000 hektare

"Artinya perusahaan kok bisa 100.000 hektare, kalau rakyat kok susah, kenapa? karena untuk pelepasan hutan untuk rakyat itu izinnya itu berapa puluh langkah, untuk perusahaan itu gampang, untuk orang itu susah dia," jelas Darmin.

Indonesia memiliki lahan hutan yang sangat luas. Untuk itu, pemerintah nantinya akan mengeluarkan program reforma agraria agar beberapa lahan hutan bisa dimanfaatkan pada sektor produktif.

"Ini yang disebut penunjukan hutan ini berapa banyak, hutan kita itu 50-60% dari semua lahan. Negara lain seperti India hanya 30%, China 20%," ujarnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini