Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Catat! Sektor Retail Lesu, Jangan Kambinghitamkan E-Commerce

Dedy Afrianto , Jurnalis-Rabu, 09 Agustus 2017 |19:03 WIB
Catat! Sektor Retail Lesu, Jangan Kambinghitamkan <i>E-Commerce</i>
Ilustrasi: (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Penjualan retail saat ini tengah lesu. Pusat perbelanjaan pun mulai terlihat sepi. Hal ini disinyalir sebagai salah satu bukti pelemahan daya beli masyarakat. Namun, di sisi lain anjloknya penjualan retail ini juga disebut karena adanya peralihan pola belanja masyarakat ke sektor e-commerce atau perdagangan elektronik.

Namun, menurut Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira, penurunan penjualan retail ini bukan disebabkan oleh adanya peralihan pola belanja masyarakat. Sebab, porsi sektor e-commerce terhadap penjualan retail masih kurang dari 1%.

 Baca juga: Jaga Keberlangsungan Usaha Retail, Kadin Minta Pemerintah Atur Perdagangan Online

"Kalau soal e-commerce share-nya kurang dari 1%, tepatnya 0,7% terhadap total retail nasional. Meskipun ada yang naik sampai 200% total omzetnya, itu tidak mencerminkan kondisi perekonomian nasional," ujarnya kepada Okezone.

Penurunan penjualan retail ini pun diyakini lebih karena penurunan daya beli masyarakat. Keadaan ini juga ditekan oleh penurunan serapan tenaga kerja pada semester pertama 2017.

"Ini dibuktikan dari data BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) per semester I-2017 itu penyerapan tenaga kerja kita turun 141.000 dibandingkan semester satu (tahun) sebelumnya," ujarnya.

 Baca juga: Penjualan Turun, Pengusaha Retail Salahkan Bisnis Online

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement