Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terungkap! Perusahaan Minyak Rusia Rosneft Punya Banyak Aset, dari Timur Tengah hingga Vietnam

Koran SINDO , Jurnalis-Selasa, 15 Agustus 2017 |10:56 WIB
Terungkap! Perusahaan Minyak Rusia Rosneft Punya Banyak Aset, dari Timur Tengah hingga Vietnam
Foto: economia.net
A
A
A

Pada Oktober 1998, Pemerintah Rusia memilih Sergey Bogdanchikov sebagai presiden perusahaan itu. Pada 2003, perusahaan itu memulai produksi minyak di blok Aday di wilayah Atyrau dekat Laut Kaspia di barat Kazakhstan. Pada 2004, Rosneft meningkatkan output minyak dari 13,47 juta ton pada 2001 menjadi 20,27 juta ton.

Sebagian besar jaringan pipa minyak dan gas alam Rusia menuju Eropa. Pada Maret 2007, Rosneft mengumumkan harapannya meningkatkan produksi dari 80 juta ton pada 2006 menjadi 103 juta ton pada akhir 2007. Perusahaan itu juga bertekad menghasilkan 140 juta ton minyak pada 2012 dan menjadi perusahaan energi ketiga terbesar dunia.

“Output minyak mentah telah meningkat 11,1% per tahun pada kuartal II/2017 menjadi 56,1 juta ton, tapi produksi harian turun 1,2% dibandingkan kuartal sebelumnya karena pembatasan yang ditetapkan dalam kesepakatan OPEC,” ungkap pernyataan Rosneft beberapa waktu lalu dikutip kantor berita Reuters.

Chief Executive Officer (CEO) Rosneft Igor Sechin menyatakan, kondisi pasar minyak global masih tidak stabil dengan minyak mentah tinggi dan harga produk minyak labil. “Dalam kondisi semacam itu, perusahaan tetap fokus pada peningkatan efisiensi operasional, termasuk memaksimalkan sinergi aset-aset yang ada di pasar domestik dan internasional,” ujarnya.

Dalam langkah tersebut, Rosneft memberikan pembayaran atau bisa disebut pinjaman pada perusahaan minyak Venezuela, Petroleos de Venezuela SA (PDVSA), setelah sanksi Amerika Serikat (AS) pada Presiden Venezuela Nicolas Maduro pekan lalu. Dana sebesar USD1,02 miliar yang dibarkan pada April untuk suplai minyak mentah di masa depan.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement