nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penjualan Premium Turun 43%, Pertamax dan Pertalite Naik 25%

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 16 Agustus 2017 21:41 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 08 16 320 1757409 penjualan-premium-turun-43-penjualan-pertamax-dan-pertalite-naik-25-ShFWdgOlPb.jpg Ilustrasi SPBU milik Pertamina. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Penjualan bahan bakar minyak (BBM) PT Pertamina (Persero) pada semester I-2017 mencapai 32,6 juta kiloliter (kl). Angka tersebut naik 4% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Demikian juga penjualan pada produk non-BBM seperti gas, petrokimia, dan pelumas yang naik 6% dibanding semester I-2016. Pada semester pertama tahun ini, penjualan non-BBM mencapai 7,82 juta kl

"Dari marketing, kita lihat untuk sales volume BBM meningkat 4% dibandingkan dengan tahun lalu. Sedangkan non-BBM meningkat 6%," ujarnya saat ditemui di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (16/8/2017).

Iskandar menjelaskan, pada semester I-2017 ini, penjualan Bahan Bakar Khusus (BBK) jenis gasoline (Pertalite, Pertamax Plus/Turbo) meningkat tajam jika dibandingkan dengan penjualan Premium, dengan perbandingan sebesar 57,6% berbanding 42,4%

Sementara pada Juni 2016, porsi penjualan BBK Perta Series jenis gasoline (Pertamax, Pertamax Plus, Pertamax Turbo, Pertamax Racing, dan Pertalite) baru 18,9% dan premium 81,1%. Namun per Juni 2017, porsi premium tinggal 57,6% dan Perta Series menjadi 42,4%.

"Komposisi gasoline, Premium semula 5,78 juta kl, tahun ini 3,28 juta kl minus 43%. Sedangkan Pertalite dan Pertamax Series naik dari 9,75 juta kl jadi 12,24 juta kl, naik 25%," jelasnya

Menurut Iskandar, banyaknya konsumen yang beralih ke Pertalite dan Pertamax ini karena kualitas keduanya terbukti lebih efisien dan berkualitas dibanding premium. "Sudah terasa dengan kualitas yang lebih baik ini, dari efisiensi dan sebagainya masyarakat sudah bisa berhitung," Kata Iskandar.

Sementara untuk porsi penjualan BBK jenis disel (Pertamax Dex dan Dexilite) per Juni 2017 naik 3,6 % dari semester pertama Juni 2016 yang hanya sebesar 1,2%.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini