Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Demi Perkembangan Industri Dirgantara, Pesawat N219 Perlu Insentif Pajak

Koran SINDO , Jurnalis-Kamis, 24 Agustus 2017 |11:12 WIB
Demi Perkembangan Industri Dirgantara, Pesawat N219 Perlu Insentif Pajak
Ilustrasi: (Foto: Antara)
A
A
A

Baca Juga:
Lulus Uji Coba, Berapa Harga Pesawat N219 Buatan PT DI?

Airbus Terima Rangka Utama H225 dari PTDI

Hal itu karena sistem produksi pembuat pesawat (zig) yang dibuat PT DI untuk proses pembuatan prototipe N219 otomatis bisa dipakai untuk produksi. “Meskipun mesin zig dibuat untuk produksi prototipe, tetapi mampu untuk produksi. Ini beda ketika dulu kami memproduksi N250, zig untuk prototipe dan produksi berbeda. Jadi rate produksi kami tidak tinggi,” jelas dia. Namun, untuk memproduksi hingga 24 unit pesawat per tahun, pihaknya perlu menambah kawasan final assembly. Namun, PT DI bisa memanfaatkan hangar-hangar kosong untuk produksi akhir N219. Dengan begitu, dia berharap tidak ada lagi biaya besar dalam memproduksi N219. Karena, untuk proses desain, produksi purwarupa, hingga uji terbang N219, PT DI dan LAPAN menghabiskan dana hingga Rp1 triliun.

Sementara itu, proses uji terbang yang dilakukan Kapten Esther Gayatri Saleh pada pukul 09.15 WIB kemarin, berjalan lancar. Pesawat kembali terbang selama 20 menit mengitari langit Bandung pada ketinggian 8.000 kaki. Pada uji terbang kedua, tim melakukan uji coba perangkat seperti radar dan stabilisasi kontrol pesawat.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement