Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Capai Swasembada Garam, 11 Ribu Hektar Lahan dari Kupang hingga Pulau Rote Disiapkan

Ulfa Arieza , Jurnalis-Selasa, 05 September 2017 |20:17 WIB
   Capai Swasembada Garam, 11 Ribu Hektar Lahan dari Kupang hingga Pulau Rote Disiapkan
Ilustrasi Garam. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah menargetkan Indonesia mencapai kemandirian produksi garam pada 2019. Oleh karena itu, guna mencapai swasembada garam tersebut, maka ekspansi lahan menjadi hal yang krusial.

Direktur Utama PT Garam (Persero) Dolly Parlagutan mengungkapkan, saat ini Indonesia memiliki beberapa lahan garam potensial yang tersebar di seluruh nusantara.

"Ada potensi lahan di Kupang, Nusa Tenggara, Sumba, Sumba Timur, Pulau Rote, Pulau Sabu , itu sekitar 11.000 hektar," ujarnya di Gedung MPR - DPR, Jakarta, Selasa (5/9/2107).

Baca Juga: Atasi Krisis, Pemerintah Bakal Bangun Tambak Garam di NTT

Dolly melanjutkan, dengan potensi tambahan 11.000 hektar lahan garam, apabila digabungkan dengan lahan garam yang telah tersedia saat ini seluas 22.000 hektar, maka total lahan garam secara keseluruhan adalah 36.000 hektar. Luas lahan tersebut dapat memenuhi kebutuhan garam nasional.

Dengan asumsi, tiap hektarnya mampu memproduksi 100 ton garam. Sehingga total garam yang dapat diproduksi sebanyak 3,3 juta ton, atau surplus 300.000 ton dari kebutuhan garam nasional.

"Diharapkan 2020 kita bisa mengerjakan 33.000 hektar. Kalau rata-rata per hektar 100 ton produkstivitasnya, maka produksi bahan baku garam itu sekitar 3,3 juta ton. Sehingga dengan bantuan teman-teman di departemen terkait kita coba saling terintegrasi sehingga program swasembada garam bisa dilaksanakan," imbuhnya.

Baca Juga: Ada Lahan 40.000 Ha, Menko Luhut Sebut RI Bisa Swasembada Garam di 2019

Dolly melanjutkan, sejalan dengan perluasan lahan, teknologi pertanian garam juga terus dikembangkan. Teknologi pertanian garam, dapat membantu petani agar tidak tergantung dengan cuaca.

"Untuk teknologi, kita selalu lakukan updet dengan badan riset Kementerian Kelautan dan Perikanan dan BPPT, akan kita aplikasikan dan sudah kita lakukan dengan teknologi prisma. Nanti kita kembangkan untuk copy paste di Madura maupun pulau lainnya," ujarnya.

Sekadar informasi, total kebutuhan garam di dalam negeri sebesar 3 juta ton per tahun, 700.000 ton di antaranya untuk konsumsi rumah tangga. Jumlah tersebut meningkat 10% dibanding total kebutuhan pada dua tahun lalu yang hanya sebesar 2,7 juta ton.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement