Image

Bangun MRT dan LRT, Pemerintah Perlu Siapkan Angkutan Feeder

Dedy Afrianto, Jurnalis · Rabu 13 September 2017, 19:29 WIB
https img okeinfo net content 2017 09 13 320 1775313 bangun mrt dan lrt pemerintah perlu siapkan angkutan feeder uoN5mdyf9H jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rail Transit (LRT) saat ini masih dilakukan oleh pemerintah. Moda transportasi ini diharapkan dapat menjadi alternatif transportasi bagi masyarakat ibukota.

Hanya saja, menurut Ketua Dewan Pakar Masyarakat Transportasi Indonesia Danang Parikesit, pemerintah perlu membangun angkutan feeder antar moda transportasi. Sebab, dampak dari dana yang diluncurkan pada pembangunan ini tak dirasakan oleh masyarakat secara maksimal tanpa adanya angkutan feeder.

Angkutan feeder juga perlu dimiliki untuk mengurangi kemacetan di Jakarta. Saat ini, pemborosan akibat kemacetan telah mencapai 3% dari PDB sebuah daerah. Padahal, kerugian di dunia hanya mencapai 1,5% dari PDB pada daerah yang bersangkutan.

"Pasti dampaknya ke produktivitas nasional, daya tarik investasi Jakarta turun," ujarnya di Menara Kadin, Jakarta, Rabu (13/9/2017).

Menurut Danang, dominasi Jakarta dalam perekonomian nantinya diperkirakan akan mulai bergeser ke daerah lainnya seperti Bandung hingga Cianjur dalam kurun waktu 10 tahun hingga 15 tahun yang akan datang. Untuk itu, kendaraan umum hingga pembatasan kendaraan pribadi perlu memperoleh perhatian utama dari pemerintah.

Hanya saja, terkait pembatasan kendaraan pribadi, hal ini dinilai sulit untuk terwujud karena 70% penerimaan daerah berasal dari pajak kendaraan bermotor. Hal ini berbeda dengan negara lain yang justru 70% penerimaannya berasal dari sektor properti.

"Ini juga tidak begitu kondusif," ujarnya.

Proyek pengembangan berorientasi transit (Transit Oriented Development/TOD) juga dapat menjadi peluang bisnis yang dapat dimanfaatkan bagi pengembangan transportasi di Indonesia.Tak hanya itu, kehadiran transportasi alternatif juga perlu menjadi perhatian utama pemerintah.

"Di Amerika pengemudi uber bekerja 20 jam sebulan. Bahkan itu untuk mengisi ruang untuk manfaatkan kendaraan," ujarnya mencontohkan pemanfaatan transportasi alternatif.

Sementara itu, Ketua Umum Organda Adrianto Djokosoetono mengatakan upaya untuk mengurangi kemacetan selain dari penggunaan LRT dan MRT adalah dari penyediaan transportasi umum. Namun, mobil murah juga dibutuhkan pada Kota-kota besar jika tidak memiliki fasilitas transportasi umum yang memadai.

"Penjualan mungkin bukan dibatasi secara langsung, tapi perlu ada koridor-koridor rekayasa lalu lintas yang bisa mendukung itu," ungkapnya.

Namun, pembatasan perlu dilakukan oleh Indonesia. Diharapkan, perbaikan dapat terus dilakukan untuk sektor transportasi umum.

"Fokus kita bagaimana angkutan umum ini nyaman dan lebih cepat. Intinya Trans Jakarta bisa lebih cepat dari pada mobil yang macet," tukasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini