Share

Perbanas Pertanyakan Wacana Pemungutan Biaya Isi Ulang Uang Elektronik

Trio Hamdani, Okezone · Senin 18 September 2017 19:50 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 18 320 1778407 perbanas-pertanyakan-wacana-pemungutan-biaya-isi-ulang-uang-elektronik-daqb9d7djq.jpg Foto: Trio/Okezone

JAKARTA - Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menyayangkan wacana Bank Indonesia (BI) yang berencana menerbitkan regulasi bahwa nantinya transaksi isi ulang (top up) kartu uang elektronik (e-money) dipungut sejumlah biaya.

Wakil Ketua Umum Perbanas Farid Rahman mengatakannya bahwa pihaknya tidak ingin pengguna uang elektronik terbebani dengan biaya tambahan ketika isi saldo uang elektronik.

"Ini tentunya masyarakat sudah ramai benar, viral. Besok kita akan klarifikasi. Saya inginnya memudahkan konsumen," ditemui di JCC Senayan, Jakarta, Senin (18/9/2017).

Baca Juga: Bayar Tol Wajib Nontunai, Konsumen Malah Dibebankan Biaya Isi Ulang Uang Elektronik

Secara tegas dia mengatakan, Perbanas menginginkan agar tidak ada pungutan biaya yang dibebankan kepada konsumen ketika top up uang elektronik. Dengan kata lain pihaknya menginginkan top up e-money tidak dikenakan biaya tambahan sepeser pun.

"Kalau dari Perbanas sih tentu yang memudahkan ya jadi tidak ada fee. Tapi ini kan mempertimbangkan kenapa ada fee," jelasnya lebih lanjut.

Dia menambahkan bahwa perlu ada diskusi lebih lanjut antara seluruh pihak terkait mulai dari regulator hingga pelaku industri perbankan. "Biasanya ada diskusi dulu sebelum launching. Kita akan sampaikan. Tentunya kita tidak ingin ada biaya," jelasnya.

Baca Juga: Gara-Gara Top Up Uang Elektronik Kena Biaya, Agus Martowardojo Dilaporkan ke Ombudsman

Direktur Kelembagaan Bank BRI Sis Apik Wijayanto di tempat yang sama juga mengatakan bahwa banknya sebisa mungkin tidak membebani pengguna uang elektronik dengan diberikan biaya tambahan ketika top up. Tapi pihaknya juga tak bisa lari dari aturan BI.

"Insyallah kalau BRI yang murah. Bagaimana pun harus comply (patuh) terhadap aturan kalau misalnya aturannya batas bawah (pungutan top up) katakanlah Rp1.000 atau Rp1.500, paling sebesar itu," tandasnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini