Biaya Top Up E-Money Kena Rp1.500 dan Gratis, Indomaret: Kami Ikuti

Trio Hamdani, Jurnalis · Kamis 21 September 2017 17:17 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 21 320 1780306 biaya-top-up-e-money-kena-rp1-500-dan-gratis-indomaret-kami-ikuti-q6FZtU56Eq.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) resmi menetapkan tarif maksimum pengisian saldo (top up) uang elektronik (e-money) dengan cara off us atau lintas kanal pembayaran sebesar Rp1.500, sedangkan cara on us atau satu kanal, diatur dengan dua ketentuan yakni gratis dan bertarif maksimum Rp750.

Menyusul aturan tersebut, toko (merchant) yang menyediakan layanan isi ulang saldo e-money mesti segera menyesuaikan tarif isi saldo menjadi maksimum Rp1.500, sementara selama ini isi saldo di merchant biasanya dikenakan sebesar Rp1.000-Rp2.000.

Baca Juga: Aturan Biaya Top Up E-Money Diterbitkan, BI Dinilai Kurang Mendengarkan Keluhan Masyarakat

Adapun, merchant yang dikenal menyediakan layanan isi ulang saldo uang elektronik, antaranya Indomaret dan Alfamart. Charge yang dikenakan tiap kali top up e-money di merchant-merchant tersebut berkisar Rp1.000-Rp2.000.

PT Indomarco Prismatama (Indomaret) mengaku siap tunduk terhadap aturan BI yang tercantum dalam Peraturan Anggota Dewan Gubernur No.19/10/PADG/2017 tanggal 20 September 2017 tentang Gerbang Pembayaran Nasional/National Payment Gateway (PADG GPN).

"Kami prinsipnya mengikuti aturan pemerintah," jawab singkat Marketing Director Indomaret Wiwiek Yusuf ketika dihubungi Okezone di Jakarta, Kamis (21/9/2017).

Baca Juga: Catat! Biaya Isi Uang Elektronik Bisa Kontradiktif

Aturan BI menyatakan bahwa pengisian saldo isi ulang uang elektronik secara off us alias lewat merchant dan mitra lainnya sebesar Rp1.500. Indomaret sendiri tergolong sebagai off us. Artinya mereka hanya bisa mengenakan biaya top up maksimum Rp1.500.

"Kalau selama ini biaya administrasi (top up fee e-money) di Indomaret Rp1.000," tutupnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini