LPS Tidak Jamin Saldo pada Uang Elektronik

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 22 Oktober 2020 08:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 22 320 2297591 lps-tidak-jamin-saldo-pada-uang-elektronik-dfxzD3V0cP.jpg LPS Belum Jamin Saldo pada Uang Elektronik. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan soal saldo dalam uang elektronik, apakah bisa dijamin oleh LPS.

Menurutnya, LPS belum mendapatkan mandat menjamin saldo uang elektronik. Hal ini menjawab banyak pertanyaan di tengah maraknya transaksi uang elektronik.

Baca Juga: Agustus, Penggunaan Uang Elektronik Melonjak hingga 33,8%

"Kami sering ditanyakan apakah uang elektronik itu kami menjamin? Jadi dengan mandat yang kami terima, sepertinya masih belum. Di mana saat ini masih belum ada peraturan spesifik apakah dalam platform fintech uang elektronik dapat dijamin langsung oleh LPS," ujar dia dalam webinar HUT Golkar ke-56, Rabu (21/10/2020).

Dia menjelaskan, penggunaan uang elektronik hampir setara dengan penggunaan atau transaksi di ATM. Bahkan berpotensi lebih besar.

"Sampai saat ini ada sekitar 51 penerbit uang elektronik baik oleh bank, lalu ada 15 yang mendirikan, kemudian 35 non bank yang mendirikan. Transaksi uang elektronik hampir menyamai penggunaan ATM dan ini bisa berlangsung terus ke depannya," ungkap dia.

Baca Juga: Bos BI Sebut 4,3 Juta UMKM Gunakan QRIS

Sedangkan untuk meningkatkan keamanan uang elektronik meski belum dijamin LPS, ada peraturan dari Bank Indonesia (BI) yang mewajibkan mewajibkan penerbit uang elektronik menyimpan sekitar maksimal 70% dari total dana penerimaan uang elektronik (dana float) di Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) IV, Surat Berharga Negara (SBN), hingga Sertifikat BI (SBI).

"Tapi apabila lembaga pengawas perbankan nantinya akan memasukkan saldo uang elektronik dalam kategori tabungan, maka LPS dapat menjaminnya," tandas dia.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini