Menteri Bambang: Wijaya Karya Dulu Kontraktor Sekarang Investor

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 03 Oktober 2017 14:19 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 03 278 1787768 menteri-bambang-wijaya-karya-dulu-kontraktor-sekarang-investor-YvsTLa3laM.jpg Ilustrasi Infrastruktur. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengajak swasta untuk mengubah pola mendapat proyek infrastruktur dari yang selama ini sebagai kontraktor menjadi investor. Dengan jadi investor diyakini peluang mendapatkan proyek bisa sama seperti halnya Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan, BUMN dapat keistimewaan dari kementerian teknis untuk mengerjakan proyek. Begitu ada proyek, kementerian teknis tersebut langsung menunjuk BUMN untuk mengerjakannya.

Baca Juga: Duh, Capaian Kontrak Baru WIKA Belum Separuh Target!

Menurut Bambang, pemerintah terus berupaya mengembangkan ide supaya peran swasta terlibat semakin besar. Namun, supaya swasta bisa sama seperti BUMN dalam mendapatkan proyek sebaiknya mengikuti pola investasi BUMN.

"Saya mengajak bapak ibu (para pengusaha) Kadin jangan hanya fokus di kontraktornya. Tapi berubah jadi investor. Ini pola siapa? Mengikuti pola BUMN. Wijaya Karya dulu kontraktor sekarang jadi investor jalan tol," ujarnya dalam acara Rakornas Kadin 2017, di Ritz Charlton Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (3/10/2017).

Ada dua skema investasi, pertama skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan Pembiayaan Investasi Non Anggaran (PINA). Menurut Bambang, dua skema ini bisa membuat swasta menjadi investor di infrastruktur yang menarik. "Saya yakin hal ini berlaku untuk kontraktor menengah besar. Jadi investor melalui dua skema," ujarnya.

Baca Juga: Danai Proyek Jangka Panjang, Wijaya Karya Kaji Terbitkan Global Bond Rp5 Triliun

Mantan Menteri Keuangan ini meyakini, jika swasta mau mengubah pola kerjanya dari kontraktor menjadi investor maka persaingan menjadi adil antara swasta dan BUMN. Skema investasi yang ditujukan ke swasta juga mencegah penunjukan langsung proyek dari kementerian teknis tadi. "Peran swasta bisa didorong di sana," tandasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini