Share

Lunasi Utang Rp500 Miliar ke BCA, Taksi Express Siap Jual Lahan 14 Hektare

Trio Hamdani, Jurnalis · Jum'at 06 Oktober 2017 17:09 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 06 278 1790235 lunasi-utang-rp500-miliar-ke-bca-taksi-express-siap-jual-lahan-14-hektare-kiFa3R22L4.jpg Foto: Trio/Okezone

JAKARTA - PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) berniat menurunkan beban utang dari hasil penjualan aset lahan yang tidak produktif dengan total luas 14,5 hektare (ha). Melalui penjualan lahan, perseroan berharap beban bunga utangnya berkurang terhadap PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang nilai awal pinjamannya sebesar Rp 500 miliar.

"Penjualan aset, kenapa kita lakukan, sekarang kalau kita kelola keuangan dan kita punya aset yang belum produktif maka harus kita lepas," kata Direktur Utama TAXI Benny Setiawan di Jakarta, Jumat (6/10/2017).

Dirinya pun mengatakan bahwa pihaknya baru saja berhasil menjual bidang tanah seluas 4 ha di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat. Namun dia belum bisa menyebutkan besaran nilai penjualan yang didapat lantaran harus melapor ke OJK terlebih dahulu.

Baca Juga: Digempur Transportasi Online, Perusahaan Taksi Andalkan Angkutan Pariwisata dan Karyawan

Dana yang diperoleh melalui penjualan aset tersebut akan segera digunakan perseroan untuk mencicil pelunasan hutang yang berdasarkan keterangannya masa jatuh temponya masih cukup panjang.

"Uangnya kita pakai untuk kurangi hutang. Utang kan harus dibayar bunga tiap bulan. Kalau kita bayar otomatis utang lebih ringan maka arus kas perusahaan bisa digunakan untuk hal yang lebih produktif daripada buat bayar bunga ke bank," jelasnya.

Dia mengatakan bahwa aset berupa bidang tanah lainnya milik Express Group memiliki potensi yang cukup besar untuk melunasi utang perseroan.

Baca Juga: PHK Karyawan, Dirut Express: Kalau Sudah Tua, Susah!

"Masih ada 2 bidang lahan satu 9,3 ha di Cibubur, satu lagi 1,2 ha di pinggir jalan raya Kota Tangerang. Aset masih luar biasa besar, aset Express sayang kalau cuma sebatas lahan losong. Dulu rencananya untuk pool termasuk bengkel," paparnya.

Selain untuk membayar utang, dia mengatakan hasil dari penjualan aset juga diperuntukkan memperbaiki taksi. Sementara itu, perseroan masih menahan diri untuk membeli kendaraan baru.

Baca Juga: PHK Karyawan, Dirut Express: Kalau Sudah Tua, Susah!

Sebelumnya, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Juli, dia mengungkapkan bahwa nilai aset lahan yang tersebar di tiga wilayah itu totalnya mencapai Rp500 miliar.

"Nilainya kalau di buku kita lihat Rp500 miliar total semuanya (aset lahan). Nilai buku semua. Saya enggak punya data pasti tapi sekitar itu. Kalau kita harapkan kan bisa lebih ya kalau kita harapkan. Tapi ya intinya gimana kita bisa rubah dari aset enggak produktif dipakai untuk perbaiki neraca karena kalau tidak tiap bulan bayar bunga," tandasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini