nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sebelum Ditolak Arab Saudi, Boeing 747-400 Dipensiunkan di Usia 23 Tahun

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Senin 09 Oktober 2017 16:36 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 09 320 1791879 sebelum-ditolak-arab-saudi-boeing-747-400-dipensiunkan-di-usia-23-tahun-4qlVHIgC0E.jpg Foto: Boeing 747-400

CENGKARENG - Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso mengatakan, pesawat Garuda Indonesia Boeing 747-400 (B747-400) memang sudah waktunya pensiun karena telah mencapai usia 23 tahun.

Agus menilai ada dua penyebab suatu pesawat ini harus dipensiunkan. Pertama karena tujuan utama Indonesia adalah Arab Saudi di mana negara tersebut membuat regulasi maksimal pesawat yang masuk ke negaranya berusia 25 tahun dan kedua adalah biaya yang semakin mahal jika usia semakin tua.

"Ini kan penerbangan terakhir membawa jamaah haji dikarenakan di negara Arab Saudi sendiri membatasi usia pesawat hingga 25 tahun. Walau masih ada 2 tahun lagi tapi penerbangan B747 tidak bisa dilanjutkan sebab perawatannya juga mulai mahal," ungkapnya di Kantor GMF, Jakarta, Senin (9/10/2017).

Baca Juga: Pensiun, Garuda Indonesia Beri Penghormatan untuk Boeing 747-400

Menurutnya, setiap negara mempunyai regulasi masing-masing yang ditetapkan bagi seluruh pesawat yang masuk ke negaranya. Indonesia juga memiliki regulasi untuk pesawat yang masuk yakni berusia 35 tahun.

Selain itu, meski masih memiliki waktu 2 tahun sebelum 25 tahun atau sesuai dengan batasan negara Arab Saudi, penerbangan pesawat harus dihentikan. Pasalnya semakin tua, perawatan pesawat semakin mahal.

"Pesawat semakin tua semakin sulit maintainance-nya. Kalau sudah 25 tahun ke atas maintenancenya biasanya spending uangnya banyak. Itu juga lah yang menjadi kalkulasi ekonomi kala suatu pesawat itu dipensiunkan karena akan dilihat ekonomis atau tidak," jelasnya.

 Baca Juga: Boeing 747-400 Pensiun, Garuda Siapkan Pesawat Baru Berbadan Lebar

"Untuk pesawat ini economic lite-nya diperkirakan sesuai dengan peraturan yang ada di negara sana 25 tahun. Di Indonesia juga demikian kenapa di Indonesia ini aturan untuk pesawat penumpang bukan 25 tahun tapi 35 tahun. Kita lebih tua karena kami yakin dengan supporting daripada maintainance tadi di Indonesia yang cukup handal dalam merawat pesawat-pesawat," tukasnya.

Adapun, Boeing 747-400 merupakan armada terbesar dari sejumlah armada yang dioperasikan oleh Garuda Indonesia. Pesawat ini memiliki kapasitas 428 penumpang yang terdiri dengan 42 kursi di kelas eksekutif dan 386 sisanya di kelas ekonomi, dengan AVOD yang hanya tersedia di kelas eksekutif.

Kehandalan Boeing 747-400 membuktikan kehandalannya dengan menggabungkan keunggulan aerodinamis dari masing-masing model Boeing 747. Winglet memberikan efek sayap yang melebar, namun tanpa melebihi slot bandara standar.

Pesawat ini juga dikenal karena daya tahannya, dapat terbang long range non-stop dengan kecepatan lebih tinggi, serta dapat mengangkut lebih banyak payload, baik penumpang maupun kargo.

Kapasitas pesawat B747-400 merupakan yang terbesar dari seluruh jajaran armada. Hal ini sangat bermanfaat pada penerbangan Haji dan Umroh serta penerbangan charter.

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini