Richard Thaler Raih Nobel Ekonomi 2017 Berkat Teori Nudge, Apa Sih Isinya?

Tim Ekonomi Okezone, Jurnalis · Selasa 10 Oktober 2017 12:00 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 10 320 1792443 richard-thaler-raih-nobel-ekonomi-2017-berkat-teori-nudge-apa-sih-isinya-htswSGw5ce.jpg Ilustrasi: (Foto: Reuters)

JAKARTA  - Perhatian dunia ilmu perekonomian internasional tengah tertuju kepada Richard Thaler. Dia adalah Akademi Amerika Serikat (AS) yang baru saja meraih Nobel Ekonomi 2017, berkat Teori  Nudge (dorongan) yang ditemukannya. Apa sih isinya?

Richard Thaler merupakan seorang Profesor dari University of Chicago. Karya ilmiahnya yang kini mendunia adalah Teori Nudge yakni dorongan agar orang melakukan segala yang terbaik bagi mereka.

Thaler adalah salah satu pakar terkemuka di bidang relatif baru yang menggabungkan psikologi dan ekonomi. Dia telah membuat karier untuk mempelajari pilihan orang-orang miskin mulai dan mengapa orang menghemat begitu mendekati masa pensiun.

Ide Thaler tersebut mampu menjelaskan bagaimana manusia memberikan dampak terhadap pasar yang semakin rasional. Teori Thaler memberikan pengaruh besar dalam ekonomi perilaku. Penelitiannya menunjukkan bagaimana sifat manusia, seperti kekurangan kontrol diri dan ketakutan, berpengaruh terhadap keputusan yang akan diambil.

Atas teori temuannya tersebut, Thaler mendapat hadiah USD1,1 juta. Mereka menyatakan kontribusi Thaler adalah membangun jembatan antara ekonomi dan analisis psikologis dalam pembuatan keputusan individu.

Baca Juga: BREAKING NEWS: Richard Thaler Sabet Penghargaan Nobel Ekonomi 2017

"Dia adalah pelopor dalam mengintegrasikan ekonomi dan psikologi," jelas komite Nobel yang mengumumkan penghargaan Nobel Ekonomi 2017 ke Thaler seperti dikutip Washington Post. "Dia membuat ekonomi lebih manusiawi," sambungnya.

Thaler membawa ide besar tentang ekonomi “nudge“ di mana individu memandu sikap yang menguntungkan tanpa paksaan berat sebagai tema buku yang ditulisnya pada 2008. Buku berjudul “Nudge: Improving Decisions about Health, Wealth, and Happiness” yang ditulis bersama Profesor Cass Sunstein mampu menarik perhatian pada pembuat kebijakan di seluruh dunia.

Dalam penelitian tentang kontrol diri dan kekurangannya, Thaler juga membahas tentang permasalahan orang berusia tua di mana resolusi Tahun Baru mampu mengubah aspek kehidupan. Isu relevansi ekonomi sebagai tendensi individu juga mampu menggagalkan upaya perenungan di mana hal itu berdampak pada hal negatif, seperi menabung pensiunan.

Bersama dengan Profesor Cass Sunstein, Thaler berargumentasi bahwa mempertahankan kebebasan memilih seharusnya menjadi panduan individu dalam memberikan pilihan yang tepat. Dalam buku itu, Thaler menjelaskan banyak politisi Barat mendorong warga untuk menabung dan hidup sehat.

“Teori itu digunakan dalam sistem pensiun publik di Amerika Serikat,” ujar anggota Komite Nobel Ekonomi Torsten Persson, dilansir Reuters . “Ide nudging nudging menjadi terobosan dalam penyusunan kebijakan publik,” imbuhnya.

Bahkan, dia menceritakan Inggris memiliki unit nudging dalam pemerintahannya. Selain itu, Australia juga memiliki unit tersebut. Bahkan, pemerintah Swedia berpikir untuk membuat unit khusus tentang nudging.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini