JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menekankan kepada menteri Kabinet Kerjanya untuk mengawal masa depan laut dengan kedaulatan berkelanjutan dan kesejahteraan.
Guna merealisasikan amanah Presiden tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membuat berbagai program-program bantuan untuk kedaulatan dan kesejahteraan utamanya nelayan Indonesia. Salah satu program yang telah dijalankan adalah pemberian asuransi nelayan.
"Asuransi nelayan sudah berjalan 3 tahun. Mudah-mudah, 2018 bisa tambah lagi jumlah asuransi nelayan," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, di Kantor Staf Presiden, Istana Negara, Jakarta, Rabu (18/10/2017).
Baca juga: Menteri Susi: Larangan Cantrang Bukan Batasi Rezeki Nelayan!
Susi melanjutkan, program bantuan kapal juga sudah dilakukan, di mana saar ini kapal yang sudah diberikan sebanyak 296 unit. Kemudian, pemberian 6.853 alat tangkap yang sudah dibagikan untuk pengganti cantrang.
"Kemudian budidaya ada 392 paket pakan mandiri. Dalam 2 tahun ini berhasil, pakan mandiri nilai tukar pembudidaya naik signifikan,"ujarnya.
Baca juga: Larang Cantrang, Menteri Susi Bagikan 7.255 Alat Tangkap ke Nelayan
Dia melanjutkan, KKP juga membuat pengolahan, pemasaran dengan menyediakan 67 cold storage, 15 unit intgrated cold storage yang cukup untuk penangkapan ikan. Kemudian penambak garam juga diserahkan 939,7 ha bio isolator dan membangun 12 unit gudang garam.
"Jadi saya mohon kepada media jangan beritanya harga garam naik, yang bagus kerja saya sudah benar menaikan kontribusi pada petani," ujarnya.
(Rizkie Fauzian)