Hary Tanoe: Indonesia Harus Mampu Ciptakan Nilai Tambah

MNC Media, Jurnalis · Jum'at 27 Oktober 2017 08:34 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 27 320 1803355 hary-tanoe-indonesia-harus-mampu-ciptakan-nilai-tambah-9m6h6vZHM9.jpeg Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo (Foto: MNC Media)

MAGELANG - Indonesia memiliki sumber daya alam (SDA) berlimpah, anugerah tersebut harus diolah agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih baik dan membuka lapangan kerja. Tidak dijual dalam bentuk mentah.

“Indonesia memiliki sumber daya melimpah. Kita harus jadi bangsa yang mampu menciptakan nilai tambah,” kata Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) saat menjadi keynote speaker di Indonesia Leaders Forum 2017, Magelang , Kamis (26/10/2017).

Di acara yang digelar oleh Koran Sindo dan Sindonews tersebut, HT menyampaikan  sering kali sumber daya yang dimiliki oleh Indonesia langsung dijual atau diekspor dalam bentuk mentah. Sementara, aktivitas nilai tambah pada akhirnya terjadi di negara lain. 

Baca Juga: Tips Hary Tanoe untuk Pengusaha Muda: Bangun dan Cari Modal

Di kesempatan tersebut juga membahas perlunya Indonesia membangun infrastruktur digital. Hal tersebut dibutuhkan untuk komunikasi yang lebih cepat dan pekerjaan pun bisa jauh lebih cepat. 

Dirinya meminta masyarakat untuk lebih cermat dalam memahami era digital saat ini. Menurutnya, digital ada dua konsul, yakni network dan aplikasi.

"Kalau network, pasti mahal karena seperti membangun infrastruktur," katanya.

Selama ini, infrastruktur lebih pada pembangunan fisik baik di darat, laut, dan udara. Padahal, infrastruktur itu bukan hanya pembangunan jalan Tol atau airport, tepati supaya komunikasi yang lebih baik.

Baca Juga: Hary Tanoe Optimistis Tahun Depan Daya Beli Masyarakat Membaik

Apalagi, kata dia, sekarang ini pemerintah gencar membangun infrastruktur fisik di berbagai wilayah pedesaan atau pinggiran. Tujuan penembangan infrastruktur itu membantu masyarakat untuk lebih menggairahkan berbagai sektor, seperti ekonomi dam kesejahteraan rakyat.

Yang perlu dilihat, pembangunan fisik itu harus dibarengi dengan peningkatan Sumber Daya Manusianya, baik yang hidup di pedesaan atau tempat-tempat terpencil. Jika tidak dipersiapkan, mereka hanya menjadi penonton di era digital saat ini.

Baca Juga: Hary Tanoe: Menerapkan Entrepreneurship di Lembaga Pemerintah dan Swasta Itu Beda

"Kalau aplikasi, harus hati-hati. Indonesia belum siap dengan aplikasi itu, karena akan mengurangi jumlah tenaga kerja," jelasnya.

Padahal, angka pencari kerja di negeri ini cukup banyak. Hampir setiap saat selalu bertambah, angka pencari kerja tersebut. Tak heran, ia melihat digital aplikasi belum siap diterapkan.

"Aplikasi ini akan menciptakan efisiensi yang tadinya dikerjakan 10 orang bisa menjadi 1 orang saja. Berapa pekerjaan yang off," jelasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini