Image

Menteri Basuki: Generasi Zaman Now Harus Dipaksa Belajar!

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 30 Oktober 2017, 13:34 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 30 320 1804983 menteri-basuki-generasi-zaman-now-harus-dipaksa-belajar-dYpR9eGlqw.jpg Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (Foto: Giri Hartomo/Okezone)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat turut merayakan Hari Habitat dan Hari Kota Dunia 2017 yang telah ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Salah satunya adalah dengan menggelar acara diskusi panel tentang Kebijakan Hunian Layak dan Terjangkau di Gedung Cipta Karya Kementerian PUPR, Jakarta.

Adapun acara diskusi tersebut dibuka langsung oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono. Basuki didampingi oleh Direktur Jenderal Pembiayaan Rumah, Direktur Jenderal Cipta Karya dan Direktur Jenderal Penyediaan Rumah.

Dalam sambutannya, Menteri Basuki meminta agar para anak-anak muda dipaksa untuk mengikuti diskusi ini. Khususnya para anak-anak muda yang berada di Kementerian PUPR.

"Saya berharap khususnya anak-anak muda dengan adanya diskusi ini yang anak-anak muda harus ikut karena ini adalah dunia mereka nantinya," ujarnya dalam acara diskusi panel 'Kebijakan Hunian Layak dan Terjangkau' di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (30/10/2017).

Menurut Basuki, para anak muda ini harus dipaksa agar mau belajar mengenai penataan kota. Karena ini juga berkaitan dengan regenerasi yang ada di Kementeriannya.

"Generasi zaman now karepe dewek, harus dipaksa belajar. Karena kalau enggak dipaksa ntar siapa yang meneruskan," jelasnya.

Dengan adanya anak anak muda yang ikut serta, Basuki berharap kegiatan ini bisa memberikan kontribusi dalam mewujudkan pembangunan kota yang tangguh, inklusif dan. Karena pada diskusi panel itu para anak muda bisa memberikan masukan terhadap kebijakan dan mendorong komitmen bersama antar pemangku kepentingan untuk mewujudkan hunian kayak dan terjangkau kepada seluruh, khususnya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

"Melalui diskusi ini kita mengharapkan berbagai masukan untuk mewujudkan kota terbuka dengan inovasi-inivasi dari berbagai kelompik masyarakat, terutama pemerintah sebagai pembuat kebijakan dalam pembangunan," jelasnya

Sebagai informasi, diskusi ini dibagi menjadi beberapa panel. Pada panel menghadirkan narasumber-narasumber antara lain Ahli kebijakan Perumahan Encep R Marsadi, Herbert Barimbing (habitat form humanity), Ummu Azizah Mukarnawati (Holcim Indonesia), Taubat Samad (World Bank) dan Tito Murbiantoro yang akan membahas mengenai 'Hunian Layak dan Terjangkau'.

Sementara pada panel kedua akan menghadirkan narasumber seperti Sandiaga Uno (Wakil Gubernur DKI Jakarta) , Emil Salim (Ahli Ekonomi, Meitya Rose (UCLG-Aspac), Risnawati Utami (Ohana Indonesia), Abdullah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi, Wicaksono Sarosa (Praktisi Perencanaan Kota), Ahmad Rifai (Kota Kita Foundation dan Ikbal Al Asy'ari (Alumni APUFY). Pada panel kedua ini, akan membahas mengenai inovasi kepemerintahan menunjuk terwujudnya kota terbuka.

Pada diskusi ini juga turut mengundang berbagai pemangku kepentingan. Mulai dari Kementerian/Lembaga, pemerintah daerah, akademisi, praktisi, NGO, Media dan masyarakat umum hingga generasi muda untuk ikut berperan aktif memberikan masukan terkait tema yang diangkat dalam diskusi ini.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini