Sudah Ketinggalan, Saatnya Indonesia Ekspor Produk Hi Tech

Trio Hamdani, Jurnalis · Jum'at 10 November 2017 17:51 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 10 320 1812001 sudah-ketinggalan-saatnya-indonesia-ekspor-produk-hi-tech-chNfayDrvU.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Meningkatnya ekspor oleh Indonesia dinilai belum mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi secara signifikan. Meskipun, data terakhir menunjukkan bahwa ekspor tumbuh sekitar 17%.

Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri Firdaus mengatakan, pertumbuhan ekspor belum berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi lantaran Indonesia mayoritas mengeskpor komoditas yang belum bernilai tambah.

"Kalau kita lihat ekspor di Indonesia kontribusi ke PDB masih 25%-30%. Kalau Malaysia, Thailand, negara yang udah lebih maju dari kita kontribusi ekspor hampir 100% dari GDP mereka. Artinya mereka benar-benar konsentrasi banget membangun industri yang bernilai tinggi untuk kemudian diekspor," katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (10/11/2017).

Baca juga: Kualitas Produk Ekspor ke Korea Wajib Ditingkatkan!

Oleh karenanya, guna meningkatkan kontribusi ekspor terhadap PDB maka pemerintah diimbau meningkatkan nilai tambah produk-produk yang diekspor dengan cara menerapkan industri berteknologi tinggi (hi-tech), sebagaimana yang telah diaplikasikan di negara-negara lain.

"Contohnya CPO, batu bara, batu perhiasan. Itu kontribusinya 30%-40% sendiri. Ekspor kita unggul tapi bukan produk hi-tech. Beda halnya dengan Malaysia, Thailand, mereka udah kejar industri berteknologi tinggi karena kalo di ekspor harga lebih mahal," paparnya.

Baca Juga: Ekspor Peternakan RI Naik 22%, Mentan: Termasuk Babi ke Singapura

Menurut Heri, industri dengan pendekatan teknologi tinggi mampu mendongkrak kontribusinya terhadap pertumbuhan PDB. "Bayangin kita impor pesawat terbang itu harus berapa CPO yang harus kita ekspor untuk kompensasi pembelian satu buah pesawat," ujarnya.

"Jadi ekspor kita sulit untuk bisa berkontribusi pada PDB kalau kita enggak bangun industri berteknologi tinggi. Itu penyebab kenapa struktur ekonomi kita ya gini-gini aja," tandasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini