Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menteri Bambang: Agak Berat Kejar Pertumbuhan Ekonomi 5,5% di Kuartal IV

Trio Hamdani , Jurnalis-Senin, 13 November 2017 |17:15 WIB
Menteri Bambang: Agak Berat Kejar Pertumbuhan Ekonomi 5,5% di Kuartal IV
Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengakui pertumbuhan ekonomi Indonesia sulit menyentuh 5,2% di akhir tahun. Pasalnya, saat ini masyarakat masih cenderung menahan konsumsi mereka.

Oleh karena itu, pemerintah pun memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di akhir tahun tidak akan sesuai proyeksi sebelumnya sebesar 5,2%. Dia menilai, ekonomi Indonesia diperkirakan hanya berada di kisaran 5,1%.

Baca juga: Ekonomi RI Kuartal III Membaik, BI: Ditopang Harga Komoditas Tinggi

Bambang mengatakan, dengan melihat pertumbuhan ekonomi kuartalan pada tahun ini membuat pertumbuhan ekonomi 5,2% di akhir tahun nyaris tidak akan terwujud. Bahkan, perlu perjuangan jika pemerintah ingin proyeksi yang dibuat sebelumnya dapat tercapai.

"Struggling (perjuangan) 5,2%-nya ya bukan 5,1%-nya. 5,2%-nya yang berat karena dari tiga triwulan ini profilnya masih semuanya 5,03%, kalau kita lihat akumulasi dari trwiulan I sampai III," kata Bambang di kantornya, Senin (13/11/2017).

Baca juga: Menteri Bambang Buka-bukaan Kontribusi Investasi ke Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Menurut dia, jika Indonesia ingin mencapai pertumbuhan ekonomi 5,2% di akhir tahun, maka pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV setidaknya harus mencapai 5,5%. "Itu tampaknya agak berat, meskipun kita lihat ada harapan dari investasi, ekspor dan konsumsi pemerintah," paparnya.

"Saya lebih melihat target yang mungkin tercapai adalah 5,1% atau lebih sedikit. Tapi artinya lebih dikisaran 5,1% daripada 5,2%. Jadi struggling-nya adalah untuk mencapai 5,2%," tukas dia.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement