Diresmikan Arcandra Tahar, Proyek Pipa Gas Duri-Dumai Akhirnya Dimulai

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 13 November 2017 17:33 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 13 320 1813279 diresmikan-arcandra-tahar-proyek-pipa-gas-duri-dumai-akhirnya-dimulai-aKflPzGBgJ.jpg Groundbreaking Pipa Gas Duri-Dumai. (Foto: Okezone)

JAKARTA - proses pengerjan pembangunan pipa gas Duri-Dumai akhirnya dimuai. Grounbreaking proyek senilai USD52,2 juta ini sendiri dilakukan oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar.

Berbeda dengan biasanya, groundbreaking proyek kali ini, dilakukan di kantor Kementerian ESDM yang dilakukan secara relay via video conference dengan dua lokasi proyek di Dumai, Provinsi Riau yaitu di Kilang Refinery Unit II Dumai (Pertamina) dan di Off Take Station (OTS) Dumai (PGN).

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Ego Syahrial mengatakan, pembangunan dan pengoperasian pipa gas Duri-Dumai merupakan wujud dari sinergi BUMN yang ditegaskan pemerintah dengan penugasan kepada PT Pertamina (Persero) dan PT PGN Tbk (PGAS) melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 5975 K/12/MEM/2016 tanggal 27 Juni 2016.

Baca Juga: Groundbreaking Pipa Gas Duri-Dumai, Bukti Sulitnya Sinergi PGN dan Pertamina

Dia menjelaskan, penugasan tersebut ditindaklanjuti kedua belah pihak dengan penandatanganan Head of Agreement (HoA) Pipa Duri-Dumai tanggal 9 Juni 2017. Kemudian pada 27 Juli 2017, Pertamina mengalihkan HoA tersebut kepada Pertagas selaku anak perusahaannya.

"Pada hari Jumat, 10 November 2017, PGN dan Pertagas juga telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama Operasi (KSO) Pembangunan Pipa Gas Duri-Dumai di Kantor Kementerian BUMN,"tuturnya, di Ruang Sarulla, Gedung Sekjen ESDM, Jakarta, Senin (13/11/2017).

Dalam KSO tersebut, PGN menguasai 40% saham sedangkan Pertagas sebesar 60% Duri-Dumai. Adapun rinciannya pipa gas ruas Duri-Dumai memiliki diameter 24 inch dan panjang sekitar 64 kilometer (km) dengan titik awal tie in di Duri Meter Station pipa Grissik-Duri (PT TGI) dan titik akhir di Kilang Pertamina Refinery Unit II Dumai.

"Gas yang dialirkan pada ruas pipa tersebut milik Pertamina dan PGN dengan sumber gas yaitu Blok Corriodor (ConocoPhillips), Blok Bentu (Energi Mega Persada/EMP), dan Blok Jambi Merang (JOB Pertamina-Talisman)," paparnya.

Baca Juga: PGN Rangkul 4 BUMN, Bangun Pipa Gas di Tol Pekanbaru-Dumai
 

Nantinya, pipa Duri-Dumai akan menyalurkan gas untuk Kilang Pertamina Dumai, kebutuhan industri di Riau, kebutuhan pelabuhan, dan industri petrokimia dalam rangka mendorong nilai tambah ekonomi daerah, nasional serta daya saing industri.

Gas yang disalurkan ke Kilang Dumai digunakan untuk konversi bahan bakar dari fuel oil menjadi gas sehingga berpotensi meningkatkan kemampuan produksi kilang, dengan kebutuhan gas sebesar 57 juta MMSCFD dan meningkat bertahap hingga 120 MMSCFD.

"Nilai investasi proyek tersebut diperkirakan sebesar USD52,2 juta dan menyerap tenaga kerja hingga 400 orang pada masa konstruksi. Proyek ditargetkan selesai paling cepat 11 bulan, sehingga Oktober 2018 diharapkan sudah bisa beroperasi," tuturnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini