Image

Sisakan Saham Dwiwarna, Pemerintah Masih Punya Kontrol atas Antam

Ulfa Arieza, Jurnalis · Rabu 15 November 2017, 06:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 14 278 1814112 sisakan-saham-dwiwarna-pemerintah-masih-punya-kontrol-atas-antam-fLMfnKQm9i.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Sebagai persiapan dari holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tambang, pemerintah akan mengalihkan kepemilikan sahamnya, dari tiga perusahaan BUMN tambang kepada PT Indonesia Asahan Aluminium/Inalum (Persero). Tiga perusahaan tambang BUMN yang dimaksud adalah PT Aneka Tambang/Antam (Persero) Tbk, PT Bukit Asam Tbk (Persero) dan PT Timah (Persero).

Corporate Secretary Aneka Tambang Aprilandi Hidayat Setia menjelaskan, meskipun pemerintah telah mengalihkan sahamnya kepada PT Inalum yang menjadikan tiga perusahaan tersebut tidak lagi berstatus BUMN, namun pemerintah masih punya kontrol terhadap PT Antam, PT Bukit Asam, dan PT Timah. Pasalnya, saham yang dialihakn adalah saham seri B, sedangkan pemerintah masih memiliki satu saham seri A atau saham Dwiwarna.

"Saat ini saham yang dialihkan saham seri B untuk saham seri A masih dipegang Pemerintah jadi pemerintah masih punya kontrol terhadap kami," jelas dia saat dihubungi Okezone.

Aprlandi menyebutkan saat ini pemerintah memiliki sebesar 65% saham di PT Antam. Sementara itu, untuk kepemilikan Pemerintah di PT Bukit Asam Tbk (Persero) Tbk adalah sebesar 65,02% dan kepemilikan saham di PT Timah (Persero) Tbk sebesar 65%.

Agenda pengalihan saham akan dibahas pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 29 November nanti. Saham pemerintah akan diposisikan sebagai penambahan penyertaan modal negara (PMN) pada PT Inalum.

"Karena itulah penyertaan modal negara ke PT Inalum dilakukan dengan pengalihan saham pemerintah yang ada di tiga perusahaan pertambangan dari PT Antam, Timah dan PTBA," tukas dia.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini