Image

Manfaatkan 225 Ha Lahan Terlantar, Ternyata Bisa Tekan Impor Garam

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 14 November 2017, 15:47 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 14 320 1813848 manfaatkan-225-ha-lahan-terlantar-ternyata-bisa-tekan-impor-garam-9eHBYz3HE4.jpg Ilustrasi: Reuters

JAKARTA – Dalam tiga tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kementerian Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) telah menertibkan tanah terlantar seluas 23.795,45 hektare (ha). Lahan tersebut nantinya akan digunakan untuk beberapa hal, salah satunya dijadikan lahan produksi garam untuk menekan impor melalui produksi dalam negeri.

Direktur Utama PT Garam Budi Sasongko mengatakan, dirinya akan menerima lahan tambahan seluas 225 hektare (ha). Dengan begitu luas tanah yang dimiliki oleh PT Garam akan menjadi 525 ha.

"Sebelum itu, sebenarnya kami di Kupang sudah melakukan ekspansi sejak 2016. Sudah ada lahan existing 300 ha milik kaum Ulayat yang kami kerja samakan. Sekarang sudah berjalan dua tahun sudah dua kali produksi," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ATR, Jakarta, Selasa (14/11/2017).

Dengan penerima lahan tersebut lanjut Budi, dirinya berharap impor garam bisa ditekan. Pasalnya dirinya mengasumsikan jika NTT sebagai daerah produksi garam produksi garam bisa memproduksi 100 ton setiap tahunya.

"Harapannya, NTT bisa menjadi provinsi garam dan ini akan menjawab kekurangan kita (garam). Kita dengan asumsi 100 ton per ha per tahun, dikalikan 525 ha, kita bisa tekan laju importasi 50 ribu ton dari produksi NTT saja," jelasnya.

Dirinya pun berharap, bulan depan sudah bisa mulai menggarap langsung di lapangan. Bahkan desain mengenai lahan yang diperuntukkan bagi produksi garam sudah siap.

"Semoga bulan depan kami sudah bisa kelapangan. Karena sudah ada arahan dan Pak Menko Maritim (Luhut Binsar Pandjaitan) dan Menteri ATR (Sofyan Djalil). Setelah land clearing kami lakukan desain dan desain sudah kami siapkan," jelasnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini