nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sri Mulyani Tak Ingin Bongkar Pasang APBN di Tahun Politik, Apa Alasannya?

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Selasa 21 November 2017 15:51 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 21 20 1817863 sri-mulyani-tak-ingin-bongkar-pasang-apbn-di-tahun-politik-apa-alasannya-c0c7QqU0pu.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengupayakan Rancangan Undang-Undang (RUU) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 tidak direvisi. Meskipun ada perubahan atau revisi masih akan sesuai dengan rentang yang ada di RUU APBN tersebut.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Suahasil Nazara mengatakan untuk pertumbuhan ekonomi yang dipatok 5,4% di 2018 sudah sangat cukup dan diupayakan juga dapat dicapai. Pasalnya untuk tahun ini saja diyakini dapat dicapai dengan kondisi perekonomian RI yang semakin baik.

"Kita jalankan dulu APBN 2018. Asumsi berubah tapi dalam range yang masih masuk akal. Pertumbuhan ekonomi masih cukuplah. APBN-nya 2018 kan baru ditetapkan. Kita jalankan dulu," ungkap Suahasil di Hotel Mulia Senayan, Selasa (21/11/2017).

Baca Juga: Amankan Pilkada 2018 dan Pemilu 2019, Kemenkeu Alokasikan Rp16 Triliun

Menurut Sua ada beberapa hal yang membuat pihaknya yakin APBN 2018 tidak akan direvisi. Pasalnya, asumsi angka yang ada di APBN ini sudah disusun dengan melihat kondisi ekonomi perekonomian RI di dalam kondisi global yang tak menentu.

"Tahun depan kita liat dari target-target nya, APBN kalau pertumbuhan pajak cukup bisa dicapai sama temen-teman pajak harusnya secara penerimaan dan secara pengeluaran sudah tertata dengan baik," jelasnya.

 Baca Juga: Tahun Politik, Kemenkeu Upayakan APBN 2018 Tanpa Revisi

Selain itu, defisit untuk tahun 2018 juga dipatok sebesar 2,19% di outlook 2018. Angka tersebut lebih rendah dari outlook pemerintah di tahun sebesar 2,67%.

"Lalu kita punya keinginan mmperbaiki APBN dari sisi defisit primernya, dari sisi budget defisit ke 2,19%. Penerimaannya tidak terlalu bannyak, praktis bisa dicapai. Jadi resikonya rendah," tukasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini