nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bumi Semakin Banyak Jutawan, Tersebar dari China hingga Amerika

Efira Tamara Thenu , Jurnalis · Kamis 23 November 2017 16:16 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 23 320 1819276 bumi-semakin-banyak-jutawan-tersebar-dari-china-hingga-amerika-jXCdn20TRS.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – Sejak tahun 2000 jumlah jutawan secara global telah meningkat sebesar 170%. Sementara jumlah individu dengan nilai kekayaan sangat tinggi (UHNWI, orang-orang yang memiliki kekayaan di atas USD50 juta) telah meningkat lima kali lipat yang menjadikan mereka sebagai kelompok pemegang kekayaan yang paling cepat tumbuh sejauh ini.

Tahun 2000 sebanyak 98% jutawan terkonsentrasi pada negara-negara berpenghasilan tinggi. Dari total jutawan baru, 12% di antaranya berasal dari negara berkembang. Transformasi ini bahkan lebih luar biasa di segmen UHWNI.

 Baca Juga: Proyeksi 2018 Ekonomi Dunia 3,7%, Bos IMF: Ada Momentum Pemulihan!

Ekonomi berkembang menyumbang 6% dari segmen ini pada tahun 2000, namun sejak saat itu telah mendatangkan 22% pertumbuhan UHNWI (24.500 orang dewasa). China sendiri menambahkan sekitar 17.700 orang dewasa 15% dari UHNWI baru di dunia.

Jumlah jutawan global tumbuh 7% atau 2,3 juta orang menjadi 36 juta orang sejak tahun 2016 sampai tahun 2017. Pertumbuhan terbesar berasal dari Amerika Serikat (AS), negara-negara Eropa Barat, seperti Jerman, Prancis, Italia, Spanyol, dan Swedia juga pasar kekayaan utama dan negara maju di Asia.

 Baca Juga: Perdagangan Qatar-China Lampaui USD5 Miliar

Jumlah jutawan Australia bertambah 202.000 orang menjadi 1,2 juta orang, jutawan China bertambah 138.000 menjadi dua juta orang, dan jutawan Taiwan bertambah 58.000 orang menjadi 381.000 orang.

Sementara itu, jumlah jutawan di Asia Pasifik tumbuh 3% pada tahun 2017, di tingkat atas piramida kekayaan, di wilayah ini terjadi pertumbuhan tercepat secara global dari segi jumlah UHNWI (pertumbuhan 18% menjadi 37.420) dan miliarder (24% menjadi 910) pada pertengahan tahun 2017.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini