JAKARTA – Sebagai salah satu negara kepulauan, Indonesia memiliki potensi ekspor ikan hias yang cukup besar. Namun realitanya, Indonesia masih kalah dengan negara Singapura.
Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, Indonesia terus bersaing dengan Siangpura, Jepang, Ceko, Thailand dan Malaysia untuk menguasai pasar ikan hias dunia.
"Dengan Jepang bersaing okelah, tapi kalau dengan Singapura itu aneh. Dia bukan archipelago (negara kepulauan), dia cuma kota. Negara yang tak punya laut luas, punya hak karena pakai otak, kalau orang luar cari ikan hias teleponnya ke Singapura, nanti dibilang ada padahal belum ada ikannya, nanti dicari dulu sama dia (Singapura)," ujar Deputi Bidang Sumber Daya Alam dan Jasa Kemenko Bidang Kemaritiman Agung Kuswandono di Kantor Kemenko Kemaritiman, Senin (27/11/2017).
Baca Juga: 2021, Indonesia Targetkan Jadi Pengekspor Ikan Hias Terbesar di Dunia
Agung menyatakan Singapura memiliki teknologi transportasi yang jauh lebih baik dari Indonesia sehingga mampu menjaga kualitas ekspor dengan baik. Hal ini yang membuat Singapura menjadi wilayah hub bagi ekspor ikan hias di dunia.
"Jadi nilai jual dalam negeri diambil dari nelayan sampai ke Singapura bisa meningkat 40 kali lipat, tapi yang menikmati orang-orang luar negeri. Ini kenapa kita berpikir, ini harus ditarik ke Indonesia dan berdasarkan pembicaraan dengan pelaku-pelaku usaha, kita sanggup untuk menjadi negara produsen ikan hias terbesar di dunia," ungkapnya.
Oleh sebab itu, untuk mewujudkannya, ujar Agung pihaknya, Kemenko Kemaritiman bekerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan serta asosiasi ikan hias Indonesia, Nusantara Aquatic untuk mengadakan Simposium Nasional mengenai ikan hias.
Baca Juga: Oktober, Ekspor Naik 3,62% Mencapai USD15,09 Miliar
"Kita akan bicarakan keberlanjutan (ketersediaan) ikan hias sendiri, bagaimana transportasi dari tempat awal sampai tujuan ikan dapat tetap hidup, kualitas terjaga, ini butuh teknologi, transportasinya kan pakai pesawat terbang, jadi harus ada pembicaraan dengan maskapai penerbangan," jelasnya.
Selain itu, menurutnya dengan adanya simposium maka tata kelola industri ikan hias bisa terjaga sehingga bukan hanya tak kalah dengan negara-negara tetangga tetapi juga menjaga hak paten ikan-ikan yang memang kekayaan alam Indonesia.
"Ini harus di tata, nanti mereka (negara lain) membudidayakan, berkembang biak dan hidup di sana, nanti mereka bisa bawa ke forum internasional dan klaim itu ikan mereka. Nah ini jangan sampai terjadi. Sejauh ini memang belum ada jenis ikan yang diklaim negara lain," pungkasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.