JAKARTA - PT Metro Realty Tbk (MTSM) masih mencatatkan raport merah di kuartal tiga tahun ini. Pasalnya, perusahaan properti ini belum membukukan pertumbuhan pendapatan dan sebaliknya hanya membukukan kerugian perusahaan bertambah besar.
Berdasarkan laporan keuangan MTSM di kuartal III-2017, menunjukkan perusahaan hanya mencatat pendapatan senilai Rp17,59 miliar. Artinya, pendapatan turun 4,42% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp18,4 miliar.
Baca juga: Dana Terbatas, 57% Masyarakat Indonesia Pilih Apartemen sebagai Hunian
Penurunan pendapatan disebabkan berkurangnya pendapatan dari bisnis sewa dan pengelolaan gedung, sewa apartemen, dan parkir. Bisnis sewa dan pengelolaan gedung turun 3,45% year on year (yoy) menjadi Rp15,32 miliar.
Sementara pendapatan dari bisnis sewa apartemen juga turun 15,05% yoy menjadi Rp 1,49 miliar, sementara bisnis parkir turun tipis 0,31% yoy menjadi Rp776,64 juta. Meski begitu, MTSM berhasil melakukan efisiensi beban pokok pendapatan.
Baca juga: Simak! Dengan Aturan Ini, Pemilik Apartemen Bisa Lebih Cepat Raih SHM
Beban turun 6,79% yoy dari sebelumnya Rp18,26 miliar menjadi Rp17,02 miliar. Sayang, total beban usaha masih meningkat 10,89% yoy menjadi Rp3,79 miliar, lantaran melonjaknya beban usaha penjualan serta beban umum dan administrasi.
Akibatnya, rugi yang harus ditanggung MTSM meningkat di triwulan ketiga tahun ini. Di periode Januari-September 2016 lalu, perusahaan hanya menanggung rugi sebesar Rp 3,65 miliar. Angka kerugian melonjak 14,28% menjadi Rp4,17 miliar per September 2017.
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.