Proyeksi Inflasi November, Pengusaha Ritel Yakin Masih Stabil

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 01 Desember 2017 14:30 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 01 20 1823648 proyeksi-inflasi-november-pengusaha-ritel-yakin-masih-stabil-E0ZqzzTmzV.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) memproyeksikan laju inflasi di November tidak ada bedanya dengan bulan sebelumnya. Inflasi pada Oktober 2017 tercatat sebesar 0,01%.

"Proyeksi saya masih seperti beberapa bulan sebelumnya. Ritel melihat itu," ujar Wakil Ketua Umum Aprindo Tutum Rahanta kepada Okezone, Jumat (1/12/2017).

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memproyeksikan inflasi minggu ketiga November 2017 berada pada kisaran 0,23%. Angka tersebut didapat berdasarkan survei mingguan yang dilakukan BI.

Sementara itu untuk target inflasi tahun ini sebesar 4,3%, Tutum mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah. Dari sisi pengusaha yang jelas berharap laju inflasi berjalan baik supaya perekonomian juga kondusif.

Baca juga: Inflasi November Diprediksi Rendah, Kadin: Harga Pangan Masih Stabil

"Untuk target tercapai kita tidak berani masuk ke ranah sana,"tuturnya.

Selain itu, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia juga memproyeksikan laju inflasi pada November 2017 tidak berbeda dengan bulan sebelumnya.

Wakil Ketua Kadin bidang Perdagangan Benny Sutrisno mengatakan, saat ini harga pangan masih relatif stabil. Bahkan menjelang akhir tahun relatif tidak mengkhawatirkan adanya kenaikan harga.

Baca juga: Inflasi Minggu Ketiga Diproyeksi 0,23%, BI: Dalam 3 Tahun Selalu Berada Ditarget

"Jadi menurut saya inflasi bulan ini masih rendah," ujarnya saat dihubungi Okezone.

Dia menambahkan, jika melihat secara keseluruhan laju inflasi di tahun ini bisa sesuai dengan target pemerintah. Di mana sebelumnya target inflasi di dalam APBN-P 2017 sebesar 4,3%. “Menurut saya bisa. Inflasi sesuai target pemerintah," tandasnya.

Untuk diketahui, Bank Indonesia (BI) memproyeksikan inflasi minggu ketiga November 2017 berada pada kisaran 0,23%. Angka tersebut didapat berdasarkan survei mingguan yang dilakukan BI.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini