Jokowi Kesal, 90% Anggaran Kementerian Lembaga "Terbuang Percuma"

Lusia Widhi Pratiwi, Jurnalis · Rabu 06 Desember 2017 16:47 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 06 20 1826173 jokowi-kesal-90-anggaran-kementerian-lembaga-terbuang-percuma-hJNe4PGnfm.jpg Presiden Joko Widodo. (Foto: Setkab)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo kesal, lantaran anggaran Kementerian Lembaga (K/L) lebih banyak digunakan untuk hal yang tidak produktif. Pasalnya, belanja pendukung malah jauh lebih besar daripada belanja inti.

Jokowi mengatakan, saat ini belanja pendukung malah lebih dominan dari belanja inti kegiatan. Menurutnya, anggaran K/L 90% digunakan untuk belanja pendukung. Sementara belanja intinya masih sangat minim.

Ironisnya, pengelolaan anggaran semacam ini terjadi di hampir semua K/L Indonesia. "Model seperti ini harus dihentikan," tegas dia saat Live di iNews TV, Rabu (6/12/2017).

Baca juga: Kemenkeu Jaga Defisit Tidak Lewati 2,67% hingga Akhir 2017

Dia mencontohkan, anggaran yang digunakan untuk Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) untuk pemulangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang mencapai Rp3 miliar. Padahal, dana asli yang digunakan untuk pemulangan tidak mencapai 20%.

"Padahal biaya pemulangan Rp500 juta. Nah, yang Rp2,5 miliar itu apa? Untuk rapat di kantor, rapat keluar kantor, perjalanan daerah, ATK. Coba cek satu per satu. Nanti saya akan jabarkan secara detail," tuturnya.

Baca Juga: Kemenkeu Prediksi Realisasi Belanja Hanya Capai 95% di Akhir 2017

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Suahasil Nazara mengatakan untuk realisasi belanja hingga akhir tahun diproyeksi lebih rendah dari target yang dipatok di APBN-P 2017. Pasalnya hingga akhir tahun belanja di prediksi hanya mencapai hingga 95%.

Sementara itu, untuk penerimaan yang diproyeksi belum akan mencapai angka tetap diharapkan dapat menutupi defisit sesuai patokan yakni 2,67%.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini