Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Elpiji 3 Kg Langka, Satgas Pangan Jabar Lakukan Penyelidikan

CDB Yudistira , Jurnalis-Kamis, 07 Desember 2017 |17:09 WIB
Elpiji 3 Kg Langka, Satgas Pangan Jabar Lakukan Penyelidikan
Ilustrasi: (Foto: Antara)
A
A
A

BANDUNG - Terkait kelangkaan gas elpiji 3 kg, Polda Jabar mengaku siap melakukan penyelidikan. Hal ini diperlukan sebagai antisipasi adanya penimbunan oleh pedagang atau distributor-distributor nakal.

"Kita turunkan tim satgas pangan untuk selidiki," jelas Kapolda Jabar, Irjen Pol Agung Budi Maryoto, di Mapolda Jabar, Kamis (7/12/2017).

Kelangkaan gas LPJ tersebut, menjadi pembahasaan saat Rapat Koordinasi Lintas Sektoral, dalam menyambut Natal dan Tahun Baru. Dari hasil pemaparan dari pihak Pertamina, memang di benarkan adanya kekurangan gas subsidi tersebut.

Baca Juga: Elpiji 3 Kg Barang Subsidi, Pertamina Ingin Warga Mampu Beralih ke Non-Subsidi

"Di informasikan berkurang, (namun) dari Pertamina tadi menyampaikan penambahan yang signifikan sampai 50% untuk wilayah Bandung Raya dan Priyangan," katanya.

Diketahui di beberapa wilayah di Jawa Barat, masyarakat kesulitan mendapatkan tabung gas subsidi tersebut. Selain adanya kelangkaan gas, di dapati jelang Natal dan Tahun Baru di akhir Desember, mengalami kenaikan.

Baca Juga: Gas Elpiji 3 Kg Langka Juga Serang Bekasi

Kenaikan beras tersebut, diketahui saat Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melakukan sidak di Pasar Kosambi, Bandung ada kenaikan harga jual untuk beras medium.

"(Kenaikan beras) juga akan di lidik oleh tim satgas pangan," tandasnya.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) mengaku telah menambah pasokan Elpiji 3 kg di kawasan Jakarta, Jawa Barat dan Banten seiring dengan keluhan masyarakat atas kelangkaan LPG subsidi ini. Penambahan pasokan yang digelontorkan bervariasi untuk masing-masing wilayah, bahkan ada yang mencapai 60% dibandingkan penyaluran normal.

Baca Juga: Elpiji 3 Kg Langka, Pertamina Tambah Pasokan hingga 60%

Unit Manager Communication & Relations Pertamina Jawa Bagian Barat Dian Hapsari Firasati menjelaskan, hal ini dilakukan dengan penambahan pasokan ke agen atau pangkalan resmi dan juga operasi pasar.

Apabila masyarakat masih menemukan kesulitan atau harga yang tidak wajar, maka dapat menghubungi Pertamina Contact Center di nomor 1 500 000.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement