Image

Elpiji 3 Kg Langka, Pertamina Ancam Tutup Agen yang Lakukan Penimbunan

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 08 Desember 2017, 15:18 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 08 320 1827359 elpiji-3-kg-langka-pertamina-ancam-tutup-agen-yang-lakukan-penimbunan-zMPZFYLA1G.jpg Ilustrasi: Okezone

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mengaku sulit mengkontrol penyaluran elpiji 3 kilogram (kg) bersubsidi karena di dalam Peraturan Presiden (Perpres) pun tidak ditegaskan kriteria Rumah Tangga (RT) seperti apa yang dianggap tidak mampu.

Oleh karena itu, ketika terjadi kelangkaan gas elpiji 3 kg seperti saat ini sulit untuk mengidentifikasi karena stok gas elpiji di Pertamina masih cukup. Hingga saat ini, Pertamina mengaku jika stok aman sampai dengan 19-20 hari ke depan.

Direktur Pemasaran Muchamad Iskandar mengatakan, sampai saat ini identifikasi perseroan soal kelanggan gas yang terjadi di sejumlah daerah bukan karena adanya penimbunan. Tapi memang karena adanya kekhawatiran masyarakat yang sebelumnya melihat di daerah lain sudah langka.

Baca juga: Pertamina Jual Elpiji 3 Kg Non-Subsidi Mulai Maret 2018

"Ketika di daerah dilihat langka, mereka nyerbu untuk beli hanya untuk nyetok saja. Ini akan kita siram (penuhi). Mereka terpenuhi tabung di dapur terisi semua berhenti,"tuturnya, di Gedung Heritage, Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (5/12/2017).

Sambil menunggu hasil indentifikasi dari pihak berwajib apakah benar ada penimbunan atau tidak. Pertamina memberikan himbauan kepada agen hingga pangkalan gas supaya tidak bermain curang. Pasalnya jika terbukti melakukan penimbunan gas yang menyebabkan stok langka, maka sanksi tegas sudah disiapkan.

"Sesuai dikontrak kita secara regulasi sampai paling berat di Pemutusan Hubungan Usaha (PHU) atau dipecat kalau dia pelakunya agen. Kalau pangkalan sama ditutup,"tegas Iskandar.

Sementara itu, Iskandar meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan stok, karena berapapun kebutuhan pasti akan dipenuhi. Sampai Desember, stok harian gas elpiji 3 kg berada dikisaran 18,9 atau 19 hari rata-rata nasional atau dalam kondisi aman.

Baca juga: Pertamina Siapkan Gas Elpiji 3 Kg Nonsubsidi, Berapa Harganya?

"Range aman 15-19 hari. Jadi terjaga pada level itu. Sehingga tidak ada rasa khawatir elpiji kurang. Elpiji ini lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kalau ada indikasi kekurangan ini tetap bisa kita terima dan bisa melakukan aksi tindak lanjut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat agar tidak sampai kekurangan,"tuturnya.

Untuk stok saat ini mencapai 113,6 ribu matric ton (MT) dengan rata-rata penyaluran harian di level 24 ribu MT. Sehingga stok itu berada di level 19 hari.

"Kalau dilihat historikal data, penyebab terjadinya ini kami masih cari kok tiba-tiba timbul masalah (kelangkaan) ini. Kalau dilihat dari realisasi sama sekali dari Juli-November rata-rata kisaran penyaluran 20,2-20,3 ribu MT per hari. Berarti tidak benar kalau ada isu pengurangan. Kadang diplintir-plintir ini subsidi dikurangi,"tandasnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini