Image

Antisipasi Kelangkaan, Pemerintah Sulut Minta Tambahan Kuota Elpiji 3 Kg

Subhan Sabu, Jurnalis · Jum'at 08 Desember 2017, 16:44 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 08 320 1827405 antisipasi-kelangkaan-pemerintah-sulut-minta-tambahan-kuota-elpiji-3-kg-ufvQ7uFwuO.jpg Foto: Subhan/Okezone

MANADO - Antisipasi kelangkaan elpiji menjelang Natal 2017 dan Tahun baru 2018, pihak Pertamina melakukan penambahan kuota stok elpiji 3 kilogram sebanyak 15% dari kuota biasanya. Namun penambahan tersebut masih dirasa kurang, sehingga Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) meminta penambahan sebesar 25%.

"Jadi elpiji itu stok sebagaimana yang biasa digunakan setiap bulan, untuk bulan desember ada kenaikan 15% dari Pertamina, jadi mereka supply dengan menambah 15% dari stok biasanya tetapi dari pemerintah daerah minta ke Pertamina untuk menaikkan sampai 25%," jelas Kepala Dinas (Kadis) Perindustrian dan Perdagangan Sulut Jenny Karouw, Jumat (8/12/2017).

Baca Juga: Elpiji 3 Kg Langka, Pertamina Ancam Tutup Agen yang Lakukan Penimbunan

Permintaan tersebut menurut Kadis Perindustrian dan Perdagangan Sulut, Jenny Karouw, disanggupi oleh Pertamina, nantinya untuk memastikan pelaksanaannya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut akan melakukan pengawasan ketat di lapangan.

"Karena tadi koordinasi dengan  salah satu distributor elpiji, ternyata belum ada pemberitahuan dari Pertamina sehingga kami akan menindaklanjuti lagi dengan mengingatkan kembali ke Pertamina tentang kesepakatan rapat waktu yang lalu," ujar Karouw

Baca Juga: Pertamina Bakal Nombok Rp1 Triliun dari Gas Elpiji 3 Kg, Apa Benar?

Terkait adanya keluhan masyarakat mengenai kenaikan harga elpiji, Karouw memastikan bahwa harga elpiji di tingkat pangkalan sesuai dengan HET Rp18.000, tidak ada kenaikan, kecuali beli di luar pangkalan seperti di warung.

Namun diduga ada permainan antara pihak pangkalan dengan warung-warung karena sering didapati stok elpiji di pangkalan tidak ada namun di warung-warung justru banyak terdapat stok elpiji.

Baca Juga: Elpiji 3 Kg Langka, Perhitungan Penyaluran Pertamina Meleset

Menanggapi hal itu, Karouw mengatakan nanti pihaknya akan bekerjasama dengan kabupaten kota untuk melakukan pengawasan di lapangan karena semestinya tidak kosong karena stok tersedia dalam jumlah yang cukup bahkan ada penambahan kuota.

"Kita perlu selidiki lagi, bila kedapatan sangsinya ketat, pangkalan itu izinnya dicabut," pungkas Karouw.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini