JAKARTA - Proyek minyak dan gas bumi (Migas) laut dalam atau Indonesian Deep Water Development (IDD) membutuhkan pendanaan besar. Hal ini menjadi tantangan terbesar dalam pengembangannya di Indonesia.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan, untuk satu proyek IDD membutuhkan biaya sekira USD250 juta. Namun belum ada perbankan nasional yang mau membiayai proyek tersebut.
"Kita butuh USD1 miliar untuk satu sumur. Kalau gagal bisa jadi abu. Mampu kah lokal bank kita yang mau membiayai kita,"ujarnya di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (8/12/2017).
Namun demikian, Arcandra mengingatkan, bukan hanya soal pendanaan. Masih ada komponen lainnya.
Baca juga: Wah, Lapangan Jangkrik Akan Tingkatkan Produksi Gas hingga 5%