Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Butuh Dana USD250 Juta, Arcandra: Tak Ada Perbankan Mau Biayai Proyek Migas Laut Dalam

Feby Novalius , Jurnalis-Sabtu, 09 Desember 2017 |16:46 WIB
Butuh Dana USD250 Juta, Arcandra: Tak Ada Perbankan Mau Biayai Proyek Migas Laut Dalam
Foto: Feby Novalius/Okezone
A
A
A

"Jangankan USD1 miliar, USD100 juta saja mikir panjang. Jadi SDM, teknologi, pendanaan dan seberapa panjang kita membuat rantai,"tuturnya.

Untuk diketahui, Chevron Pacific Indonesia mengungkapkan kelanjutan investasi di proyek laut dalam. Saat ini Chevron tengah menunggu hasil kajian seperti apa IDD nantinya.

Baca juga: Dapat Proyek Kabel Bawah Laut, Surveyor Indonesia Targetkan Pendapatan Rp1,2 Triliun

"IDD saya tegaskan penyelesaian studi dan produksi tergantung evaluasi mengenai perpanjangan kontrak, kapital, produksi, design engineering. Selesai studi baru kita melakukan revisi POD,"ujar Senior Vice Presiden Chevron Yanto Sianipar.

Yanto menambahkan, Chevron melihat investasi di Indonesia dari seluruh sisi, khususnya sisi kepastian. Jadi bukan satu, dua saja yang dilihat, tapi banyak hal mulai dari regulasi hingga kepastian pelaksanaan Undang-undang.

(Rizkie Fauzian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement