Sementara itu untuk asumsi makro yang sedikit meleset terjadi pada harga minyak. Adriyanto mengatakan, dari sisi komoditas ekspor pergerakan di 2017 menunjukkan tren perbaikan meskipun tidak signifikan atau kenaikan harga yang tidak begitu besar. Di asumsi makro, harga minyak diproyeksikan mencapai USD48 per barel.
"Kalau kita proyeksikan itu naik harga miyak tidak akan naik drastis. Di kisaran USD50 per barel," tuturnya.
Baca juga: Catat! Pemerintah Janji Tak Ada Pemangkasan Anggaran Kementerian di 2018
Berikut asumsi dasar makro ekonomi di APBN-P 2017:
1. Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2%
2. Tingkat inflasi sebesar 4,3%.