Image

Ruangan Seketika Hening Saat Menteri Susi Kesal Biaya Kegiatan Rp500 Juta, Rapatnya Bisa Rp2 Miliar

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 12 Desember 2017 12:37 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 12 320 1829053 ruangan-seketika-hening-saat-menteri-susi-kesal-biaya-kegiatan-rp500-juta-rapatnya-bisa-rp2-miliar-z02LBHNhjl.jpg Menteri KKP Susi Pudjiastuti. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Puji Astuti memperingatkan setiap pengusaha dan pejabat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk tidak main-main dalam pengerjaan proyek program KKP di tahun 2018.

Dia menyatakan, sering kali anggaran terbuang karena inefiseinsi akibat dana yang dikeluarkan untuk persiapan satu program lebih besar ketimbang pelaksanaan program itu sendiri.

"Satu kegiatan habiskannya Rp500 juta tapi rapat-rapatnya bisa sampai Rp2 miliar, itu hal biasa saya liat di KKP seperti itu," tegurnya dengan nada tegas di hadapan sekira 500 pengusaha penyedia barang dan jasa dan pejabat KKP dalam acara Sosialiasi Program Kementerian KKP 2018 di Kantor KKP, Jakarta, Selasa (12/12/2018).

"Mau beli jaring tiap tahun, mau beli kapal tiap tahun harus konsultasi ke konsultan. Kenapa harus selalu konsultasi? Padahal kita biasa lakukan tiap tahun," tambah dia.


Baca Juga: Jokowi Kesal, 90% Anggaran Kementerian Lembaga "Terbuang Percuma"

Pasalnya, konsultasi tiap tahunnya akan memperbesar anggaran. Dia menjelaskan, di mana setiap satu program yang sama dengan lokasi tempat yang berbeda seringkali menggunakan jasa satu konsultan sama namun dengan kontrak yang berbeda.

"Konsultan cuma satu tapi dibayar 10 kali untuk 10 proyek yang sama di lokasi yang beda. Itu akhirnya tinggal ganti template nama-nama daerahnya. Hal seperti ini yangg tidak bisa kita teruskan lagi," katanya.

"Mestinya kita kontrak multiple year sama satu konsultan, jadi satu cost. Jangan terus kan seperti ini, pejabat eselon 1 saya minta harus ubah metode ini," jelas Susi yang membuat suasana ruangan hening karena tegurannya.

Baca Juga: Kemenkeu Prediksi Realisasi Belanja Hanya Capai 95% di Akhir 2017

Oleh sebab itu, dengan perbaikan metode anggaran seharusnya KKP dapat mengalokasikan dana tersebut pada penambahan fasilitas infrastruktur yang daoat dinikmati masyarakat.

"Kalau ini diperbaiki kita bisa tambah beli mesin es lagi, kita mampu memperbanyak barang, fasilitas infrastruktur ke masyarakat. Jangan sampai pengadaan 50 perahu di Morotai, FGD (forum Group Discussion) perencanaan, pengawasan, rapat bisa 10-20 kali sampe kapal dibeli. Akhirnya cost 50 kapal sama dengan 100 kapal," jelasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini