Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kembangkan Kereta Semicepat Jakarta-Surabaya, Menko Luhut Pakai Skema Paling Modern

Ulfa Arieza , Jurnalis-Selasa, 12 Desember 2017 |21:58 WIB
Kembangkan Kereta Semicepat Jakarta-Surabaya, Menko Luhut Pakai Skema Paling Modern
Foto: Kementerian Maritim
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah terus mengkaji keseluruhan aspek pengembangan peningkatan kecepatan kereta api semicepat koridor Jakarta-Surabaya. Saat ini pemerintah tengah mempertimbangkan empat skema pembangunan kereta api semi cepat Jakarta - Surabaya.

Staff Khusus Kemenko Kemaritiman Atmadji Sumarkidjo mengatakan, bahwa Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan menginginkan skema paling modern untuk pengembangan kereta semi cepat.

"Dari Pak Menko Luhut, melihat bahwa kita jangan melihat 2, 3, 4, 5 tahun ke depan tapi 20 tahun ke depan. Jawa itu akan menjadi satu kota, butuh moda transportasi modern, railway perbaiki. Gambarannya, Pak Luhut ingin yang paling modern," ujarnya di Jakarta, Selasa (12/12/2017).

Baca juga: Kereta Semicepat Jakarta-Surabaya Berhenti di 3 Stasiun, Mana Saja?

Dia melanjutkan, pemerintah akan meminta pertimbangan dari pihak ketiga terkait dengan pembangunan kereta semi cepat Jakarta - Surabaya. Pihak ketiga ini merupakan konsultan baru, sehingga diharapkan pandangannya lebih netral dan memiliki pertimbangan luas.

"Kita cari third opinion setelah BPPT dan JICA beri alternatif empat skema tadi. Apapun yang dipilih (skema) berat," kata dia.

Untuk penunjukan pihak ketiga tersebut, Menteri Luhut akan bertandang ke Korea Selatan untuk melakukan studi.

Baca juga: Kecepatan Kereta Cepat 200 Km/Jam, Menko Luhut: Jakarta-Surabaya Jadi 3,5 Jam

"Pak Menko minggu depan ke Korea Selatan, ada expertise di sana. Mereka juga ada kereta cepat juga dari Seoul ke Daegu. Harapannya generasi kalian bisa menikmati layanan kereta seperti TCV dan shinkansen," kata dia.

Namun sesuai imbauan Presiden Joko Widodo, maka proyek kereta api semi cepat ini akan dimulai pengerjaannya pada tahun 2019.

"Itu imbauan dari Pak Presiden Jokowi, sebelum masanya habis 2019," tukas dia.

(Rizkie Fauzian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement