nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menaker Sebut Produktivitas Nasional Tergantung 3 Faktor

ant, Jurnalis · Rabu 20 Desember 2017 15:47 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 20 320 1833412 menaker-sebut-produktivitas-nasional-tergantung-3-faktor-yD4OvvL1It.jpg Menakertrans Hanif Dhakiri. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mengatakan peningkatan produktivitas nasional sangat tergantung kepada tiga faktor yakni sumber daya manusia (SDM), cara kerja dan teknologi.

"Kunci pertama adalah SDM-nya. Jika 'soft skill' maupun 'hard skill' SDM-nya makin baik, produktivitasnya saya yakin makin baik," ujar Menaker pada Rapat Paripurna Lembaga Produktivitas Nasional (LPN) tahun 2017 di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan di Jakarta Selatan, Rabu (20/12/2017).

Sedangkan untuk cara kerja, Menaker mengatakan butuh inovasi dan terobosan berdasarkan ilmu pengetahuan untuk mempengaruhi perubahan cara kerja. "Itulah kenapa 'human resources' saat ini bertransformasi menjadi 'human capital'," papar Menaker.

Sedangkan faktor ketiga adalah teknologi yang terus berkembang seperti mesin di pabrik rokok dapat menggantikan pekerjaan 4.000 karyawan sehingga dibutuhkan pengembangan SDM sesuai dengan perkembangan zaman.


Baca Juga: Menko Darmin Panggil Menaker Bahas Tenaga Kerja Industri Digital

Kedudukan Lembaga Produktivitas Nasional sebagai lembaga nonstruktural disebut Hanif sangat penting untuk memecahkan persoalan-persoalan terkait produktivitas nasional.

Pada tahun 2017, LPN berhasil menyusun rancangan Instruksi Presiden (Inpres) Percepatan Gerakan Nasional Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing.

LPN juga terus mengembangkan jejaring kelembagaan gerakan nasional peningkatan produktivitas dan daya saing dengan instansi pemerintah, dunia usaha, dunia pendidikan dan masyarakat.

Sedangkan pada 2018, LPN akan mendorong terwujudnya percepatan gerakan nasional peningkatan produktivitas dan daya saing melalui Inpres dan melakukan penguatan dan pengembangan kelembagaan produktivitas di kalangan pemerintah, dunia usaha, dunia pendidikan, profesi dan masyarakat.

(Ridwan Chaidir)

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini