Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kesal Dipungut Pungli, 1.000 Masyarakat Tangsel Demo Kepung Kantor BPN

Hambali , Jurnalis-Rabu, 20 Desember 2017 |14:25 WIB
Kesal Dipungut Pungli, 1.000 Masyarakat Tangsel Demo Kepung Kantor BPN
Foto: Hambali/Okezone
A
A
A

TANGERANG – Sebanyak 1.000 massa dari berbagai wilayah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengepung kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di Jalan Letnan Soetopo, Rawa Mekar Jaya, Serpong.

Mereka datang berunjuk rasa, lantaran kesal tingginya pungutan liar (Pungli) yang dipatok oleh oknum tertentu di Kantor BPN Tangsel. Besarannya pun variatif, diduga mencapai sekira Rp3 juta hingga Rp5 juta per sertifikat.

Baca Juga: Warga Tangsel Kesulitan Urus Sertifikat, Ketua Saber Pungli: Kita Akan Tindak

Padahal sesuai ketentuan dalam Kepmendagri Nomor 189 Tahun 1981 tentang Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona), masyarakat tidak dibebankan biaya alias gratis. Hanya ada biaya materai dan administrasi dari program yang kini disebut Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) itu.

"Tiga tahun kami mengurus sertifikat tapi tidak pernah jadi, cuma persoalan duit. Satu bulan terakhir saya bolak-balik, lewat notaris pun sudah, enggak pernah bisa diproses, ini sudah sangat keterlaluan, bagaimana dengan masyarakat biasa yang tak mampu, tak punya power, nggak akan jadi sertifikat itu," terang perwakilan pendemo Safrudin Roy saat diterima mediasi di ruang kantor BPN.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement