nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Libur Natal dan Akhir Tahun, Waspada "Penyakit Kangker" Mengintai

Anisa Anindita, Jurnalis · Minggu 24 Desember 2017 06:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 23 320 1835115 libur-natal-dan-akhir-tahun-waspada-penyakit-kangker-mengintai-NjKBehd8Bd.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Menjelang libur natal dan akhir tahun 2017 biasanya menjadi kesempatan masyarakat untuk bepergian. Baik bepergian ke luar kota ataupun hanya ke mal dan tempat-tempat nongkrong lainnya.

Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan, meskipun banyak keinginan untuk travelling ataupun belanja, namun semuanya harus sesuai dengan kondisi kantong. Menurutnya, jika memaksakan kehendak untuk berlibur menggunakan budget yang lebih besar akan berakibat kantong kering alias kangker.

“Bila kita memaksakan diri liburan dengan budget yang lebih besar dibandingkan dengan kemampuan kita akan membuat kita terpaksa berutang,” ungkapnya kepada Okezone.

Selain itu, dia mewanti-wanti agar kebutuhan liburan tidak mengalahkan kebutuhan yang lebih penting lainnya. “Jangan sampai juga merelakan kebutuhan yang lain yang lebih penting jadi tidak terpenuhi,” tambahnya.

Selain itu, Andi mengungkapkan ada beberapa masalah yang muncul setelah merencanakan pengeluaran untuk liburan, seperti sikap kurang disiplin. Menurutnya, agar dapat memenuhi segala kebutuhan, kita harus membuat budgeting anggaran. “Tidak hanya sekadar merencanakan, tetapi kita juga harus disiplin dalam menjalankannya,” tegas dia.

Di sisi lain, dia juga mengingatkan bahwa kartu kredit hanya digunakan untuk menjadi penyelamat dan membantu kebutuhan selama liburan. “Misalnya saja, saat pulang kampung, saat ingin kembali lagi ke Jakarta uang kita sudah habis, kita bisa menggunakan kartu kredit tersebut untuk membeli tiket,” jelasnya.

Namun, yang perlu diperhatikan, kartu kredit bukanlah tambahan penghasilan, melainkan utang yang harus dibayarkan di bulan depannya. Kartu kredit juga dapat dikatakan sebagai penyelamat di saat keadaan darurat. “Sifat konsumtiflah yang membuat utang yang kita punya menjadi lebih besar,” tukas dia.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini