Image

Menteri Bambang: Alokasi Anggaran Rp410 Triliun di 2018 Hanya untuk Infrastruktur Dasar

Lusia Widhi Pratiwi, Jurnalis · Senin 08 Januari 2018, 19:46 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 08 20 1841935 menteri-bambang-alokasi-anggaran-rp410-triliun-di-2018-hanya-untuk-infrastruktur-dasar-HMfSjhJcnE.jpg Foto: Okezone

JAKARTA – Badan Usaha Milik Negara terus melakukan pembangunan infrastruktur di seluruh Tanah Air. Dengan adanya hal ini, menunjukkan bahwa pemerintah membutuhkan adanya pendanaan yang sangat besar untuk merealisasikannya.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan, BUMN bisa menggarap proyek infrastruktur walau tanpa ada dukungan APBN. Proyek infrastruktur juga bisa dilakukan juga dengan kombinasi pembiayaan antara pemerintah dengan BUMN, maupun kerja sama dengan swasta.

Baca Juga: Gelar Rapat, Menko Luhut Bahas Penyelesaian Proyek di 2018

“Semua proyek tersebut diawasi dimonitor pemerintah melalui kementerian terkait dan juga mengenai biaya pemakaian pun harus di regulasi kementerian atau lembaga yang menjadi regulator,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga menganggarkan Rp410 triliun dalam APBN. Menurut Bambang dana tersebut juga cukup tapi hanya untuk meng-cover infrastruktur dasar, infrastruktur yang dapat dikerjakan swasta. Namun, untuk infrastruktur yang tidak dapat dikerjakan swasta itu dapat didorong dengan skema-skema di luar APBN.

Baca Juga: Menteri Basuki: Kendala Pertumbuhan NTT Adalah Ketersediaan Air

Seperti pada umumnya yang telah kita ketahui, pendanaan didapatkan dari pinjaman perbankan maupun obligasi korporasi dalam denominasi dolar di luar negeri (global USD bond). Pembangunan juga akan tetap berlanjut di tahun 2018 karena pembangunan infrastruktur dasar dianggap sangat penting demi kemajuan Indonesia.

Untuk diketahui, sepanjang 2017 Pemerintah menyatakan telah menyelesaikan enam Proyek Strategis Nasional (PSN) pada 2017 senilai Rp13,1 triliun. Total PSN yang sudah dirampungkan sejak 2016 hingga saat ini berjumlah 26 proyek dengan total investasi mencapai Rp46,5 triliun.

Baca Juga: Dibangun dengan Dana Rp710 Miliar, Simak Kokohnya Bendungan Raknamo

Ketua Tim Pelaksana Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) Wahyu Utomo mengatakan, enam proyek yang sudah selesai per Desember 2017 meliputi jalan akses Tanjung Priok, Jalan Tol Soreang-Pasirkoja, Jalan Tol Surabaya-Mojokerto, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Nanga Badau di Kabupaten Kapuas Hulu, PLBN Aruk di Kabupaten Sambas, dan PLBN Wini di Kabupaten Timor Tengah Utara.

Wahyu menjelaskan, dari 239 PSN dan dua program yang belum rampung itu, ada 145 PSN dan satu program yang masih tahap konstruksi, sembilan proyek dalam tahap transaksi, 85 proyek, dan satu program dalam tahap penyiapan.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini