JAKARTA - PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI) berencana membentuk konsorsium untuk membangun megaproyek light rail transit (LRT). Konsorsium ini terdiri dari pihak-pihak yang ikut andil pembangunan LRT, baik dari pihak konsultan proyek maupun kontraktor pembangunan LRT.
Direktur PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI) Burhanuddin Bur Maras mengungkapkan, sebelum akhirnya menyampaikan niatnya membangun LRT,terlebih dulu dia telah melakukan studi. Salah satu yang masuk dalam konsorsium tersebut adalah konsultan infrastruktur kenamaan dari Amerika Serikat Bechtel Infrastructure.
"Konsorsium yang terlibat belum tahu tapi leadernya tetap dari Ratu Prabu Energi. Kita akan mengajukan kepada Bechtel dan juga China," ujarnya di Kantor Ratu Prabu I, di Jakarta, Selasa (9/1/2017).
Dalam proyek ini, pihak China juga akan terlibat, baik dari sisi pendanaan maupun pengerjaan proyek LRT. Dari sisi pendanaan, Burhanuddin menyebut China melalui Exim Bank China akan mengcover semua pembiyaan, meskipun belum ada kesepakatan hitam di atas putih.
Baca Juga: Ratu Prabu Ingin Bangun LRT, Ini 3 Syarat dari Menko Luhut
Sementara untuk kontraktor proyek, lanjut dia, Ratu Prabu akan mempercayakan kepada kontraktor China yaitu, China Railway Construction Corporation.
Perlu diketahui bahwa China Railway Construction Corporation adalah kontraktor yang mengerjakan proyek LRT dari Mongolia ke Tibet. Di mana saat ini, pengerjaan proyek tersebut telah usai.