Menteri Susi Tenggelamkan 363 Kapal Asing Selama 3 Tahun

Lusia Widhi Pratiwi, Jurnalis · Rabu 10 Januari 2018 07:02 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 09 320 1842622 menteri-susi-tenggelamkan-363-kapal-asing-selama-3-tahun-iwcQBcPqgG.jpg Sumber Foto: Instagram Susi Pudjiastuti

JAKARTA – Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan melarang adanya penenggelaman kapal asing di perairan Indonesia. Menurutnya penenggelaman terhadap kapal asing sudah cukup dilakukan selama tiga tahun terakhir.

Sebelumnya, Menteri kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberlakukan sanksi penenggelaman kapal terhadap kapal asing yang melanggar peraturan. Menurut Susi, penenggelaman kapal itu bukan kebijakannya, melainkan amanah UU. Bahkan menurut Susi, hal ini juga bukan kebijakan yang dibuat oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baca Juga: Menteri Susi: Saya Hanya Eksekusi Hasil Keputusan Pengadilan

Menurut Susi, dengan menjalankan amanah dari UU tersebut maka pencuri hasil laut Indonesia harus dihukum seberat-beratnya. Jika penenggelaman tidak dilakukan, berarti kita tidak menjalankannya sesuai dengan amanah yang berlaku.

Selama 3 tahun hingga akhir 2017, kapal asing yang berhasil ditenggelamkan mencapai angka yang fantastis sebanyak 363 kapal dari seluruh dunia. Namun, kapal yang ditenggelamkan lebih banyak berasal dari negara tetangga.

Baca Juga: Menko Luhut Juga Minta Menteri Susi Kaji Aturan Cantrang

Banyaknya kapal asing yang mendatangi perairan Indonesia di luar daerah yang jauh dari pengamatan terdapat 10.000 kapal. Ribuan kapal yang datang kebanyakan dari Thailand sebanyak 5.000, China 3.000 sampai 5.000 juga dari Vietnam 2.500, selain itu juga dari Filipina ribuan kapal.

Baca Juga: Menteri Susi: Kalau Tidak Setuju dengan Penenggelaman Kapal Usul ke Jokowi

Selain menenggelamkan kapal, sebelumnya Menteri Susi juga memiliki rencana untuk membuat museum kapal illegal fishing berjalan. Hal ini dilakukan untuk menyadarkan kapal besar lainnya agar tidak ada lagi kapal besar yang melakukan pencurian di perairan Indonesia. Selain itu, masyarakat diharapkan membuka matanya dan lebih peduli terhadap biota laut Indonesia juga sebagai bukti bahwa ada sanksinya, jika hanya ditenggelamkan maka tidak ada buktinya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini