Image

World Bank Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global 2018 ke 3,1%

ant, Jurnalis · Rabu 10 Januari 2018, 07:43 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 10 20 1842697 world-bank-naikkan-proyeksi-pertumbuhan-ekonomi-global-2018-ke-3-1-tVL7EJSRnI.jpg Ilustrasi (Foto: Reuters)

WASHINGTON - Bank Dunia pada Selasa (9/1/2018) menaikkan perkiraannya untuk pertumbuhan ekonomi global tahun ini menjadi 3,1%. Hal ini didasarkan atas pemulihan berbasis luas sedang berlangsung di seluruh dunia.

Perkiraan itu naik 0,2% dari proyeksi pada Juni tahun lalu, kata pemberi pinjaman yang berbasis di Washington itu dalam laporan Prospek Ekonomi Global-nya.

 Baca juga: Harga Komoditas Membaik, BI Masih Waspadai Perekonomian Global

"Tahun 2018 berada di pada jalurnya menjadi tahun pertama membaik sejak krisis keuangan, dimana ekonomi global akan beroperasi mendekati kapasitas penuh," kata pemberi pinjaman tersebut.

Diperkirakan bahwa pertumbuhan global mencapai 3,0% pada 2017, laju terkuat sejak 2011 dan pemulihan yang penting dari tingkat terendah pasca krisis 2,4% pada 2016.

 Baca juga: PBB: Ekonomi Dunia Akan Tumbuh 3% di 2018 dan 2019

Pertumbuhan meningkat di lebih dari separuh ekonomi dunia pada 2017, yang menyoroti pemulihan bersifat berbasis luas, kata pemberi pinjaman tersebut.

Diperkirakan pertumbuhan global melambat menjadi 3% pada 2019 dari 3,1% pada 2018 dan turun lagi menjadi 2,9% pada 2020.

Menurut perkiraan Bank Dunia, pertumbuhan ekonomi di negara-negara maju diperkirakan akan turun tipis menjadi 2,2% pada 2018 dari 2,3% pada 2017, karena bank-bank sentral utama cenderung secara bertahap menarik diri dari kebijakan moneter yang akomodatif.

 Baca juga: IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi AS ke 2,1%

Dengan investasi swasta yang lebih kuat, ekonomi AS diperkirakan tumbuh 2,3% pada 2017. Pertumbuhan ini diperkirakan akan meningkat menjadi 2,5% pada 2018 dan kemudian moderat menjadi rata-rata 2,1% pada 2019 dan 2020.

Bank Dunia memperkirakan bahwa rancangan undang-undang pajak yang baru-baru ini disetujui oleh Kongres AS diharapkan dapat meningkatkan investasi perusahaan, karena rendahnya tarif pajak perusahaan dan pengeluaran penuh peralatan baru.

Namun, World Bank memperingatkan bahwa manfaat stimulus fiskal kemungkinan akan terkendala, karena ekonomi sudah mendekati kapasitas penuh dan laju normalisasi kebijakan moneter mungkin akan meningkat.

Berkenaan dengan negara-negara "emerging market" dan negara-negara berkembang, kreditor tersebut memperkirakan bahwa ekonomi negara-negara tersebut akan tumbuh 4,5% pada 2018, meningkat dari perkiraan kenaikan 4,3% di 2017. Tingkat pertumbuhan akan berlanjut lebih cepat menjadi 4,7% pada 2019 dan 2020.

Bank Dunia juga meningkatkan perkiraan pertumbuhan ekonomi Tiongkok pada 2018. Perekonomian Tiongkok diperkirakan tumbuh 6,8% pada 2017, 0,3% lebih tinggi dari perkiraan pada Juni tahun lalu.

Pihaknya memperkirakan ekonomi tumbuh 6,4% pada 2018, 0,1 persentase lebih tinggi dari perkiraan Juni. Pertumbuhan akan moderat menjadi 6,3% pada 2019, karena Tiongkok akan terus menyeimbangkan kembali ekonominya dan pertumbuhan kredit diperkirakan akan melambat.

Perekonomian Tiongkok terus membuat kemajuan dalam penyeimbangan kembali, dengan sektor konsumsi dan jasa mempertahankan pertumbuhan yang relatif cepat, kata Ayhan Kose, direktur Development Economic Prospects Group Bank Dunia, dalam sebuah telekonferensi pada Selasa (9/1).

Dia menyatakan bahwa Tiongkok akan terus melakukan langkah-langkah untuk menghilangkan kelebihan kapasitas industri dan mengendalikan risiko-risiko dalam sistem keuangan.

Meskipun perkiraan optimistis, Bank Dunia memperingatkan bahwa risiko -risiko terhadap prospek tetap condong ke sisi negatifnya, yang mencakup pengetatan kondisi pembiayaan global yang tiba-tiba, meningkatnya pembatasan perdagangan dan meningkatnya ketegangan geopolitik.

Dalam laporan tersebut, pemberi pinjaman juga memperingatkan potensi perlambatan pertumbuhan dalam jangka panjang, yang terlihat di negara-negara yang mencakup lebih dari 65 persen PDB global.

Pertumbuhan produktivitas yang melambat, investasi yang lemah dan porsi tenaga kerja yang menyusut, semuanya berkontribusi terhadap perlambatan pertumbuhan potensial, kata bank tersebut.

"Pemulihan berbasis luas dalam pertumbuhan global sangat menggembirakan, tapi ini bukan saat untuk berpuas diri," kata Jim Yong Kim, presiden Bank Dunia, dalam sebuah pernyataannya pada Selasa (9/1).

"Ini adalah kesempatan besar untuk berinvestasi dalam modal sumber daya manusia dan fisik. Jika pembuat kebijakan di seluruh dunia fokus pada investasi utama ini, mereka dapat meningkatkan produktivitas negara mereka, meningkatkan partisipasi angkatan kerja, dan mendekati tujuan untuk mengakhiri kemiskinan ekstrim dan meningkatkan kemakmuran bersama," kata Kim.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini