Image

OJK Dukung Penerbitan Market Standard Repo

ant, Jurnalis · Jum'at 12 Januari 2018 17:15 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 12 278 1844187 ojk-dukung-penerbitan-market-standard-repo-rJdwUnq9l4.jpg Ilustrasi: (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan mendukung penerbitan Market Standard untuk transaksi Repurchase Agreement (Repo) atas efek bersifat utang yang dilakukan Perhimpunan Pedagang Surat Utang untuk memberikan acuan dan pedoman dalam bertransaksi.

"Semoga peluncuran Market Standard transaksi Repo itu akan diikuti dengan adanya penerbitan Market Standard transaksi Repo atas efek bersifat ekuitas," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen dalam peresmian "Market Standard" untuk transaksi Repo atas efek bersifat utang di Jakarta, Jumat (12/1/2018).

Baca Juga : Gelar Seminar, OJK Sosialisasikan Peraturan Green Bonds kepada Lembaga Keuangan

Ia menyampaikan Market standard itu merupakan pedoman lebih lanjut yang dibuat dan disepakati oleh anggota Himdasun atas ketentuan POJK 09/POJK.04/2015 yang mensyaratkan penggunaan dokumen Global Master Repurchase Agreement Indonesia (GMRA Indonesia) dalam pelaksanaan transaksi repo atau reverse repo yang dilakukan oleh Lembaga Jasa Keuangan.

Ia mengatakan bahwa penerbitan Market Standard untuk Repo atas efek bersifat utang itu diharapkan dapat memperdalam pasar keuangan, serta meningkatkan profesionalisme pelaku pasar. Dengan Pasar Repo yang dalam dan likuid akan membantu pengembangan pasar modal dan peningkatan sektor riil.

"Mengintegrasikan pasar obligasi dengan pasar Repo di Indonesia akan mendorong pengembangan alternatif sumber pembiayaan dan mengurangi ketergantungan pada pinjaman bank," katanya.

Baca Juga: Kasus Travel Haji dan Umrah Ilegal Muncul Lagi, OJK Ngaku Belum Dapat Laporan

Selain itu, lanjut dia, pasar Repo yang berkembang akan menjadikan pasar obligasi lebih aktif dan likuid, mendukung pengembangan produk derivatif efek bersifat utang sebagai sarana hedging, serta dapat menyediakan alternatif investasi bagi investor.

"Market Standard ini juga diharapkan dapat memberikan pemahaman yang sama antar pelaku pasar atas transaksi Repo sehingga dapat meningkatkan profesionalisme, integritas dan kepercayaan antar pelaku pasar, serta mengurangi resiko sistemik di sektor jasa keuangan," paparnya.

Hoesen mengatakan, perkembangan pasar modal khususnya di sektor pasar surat utang sepanjang tahun 2017 menunjukkan tren peningkatan yang sangat positif. Hal itu terlihat dari kenaikan Indonesia Composite Bond Index (ICBI) sebesar 34,53 basis poin (bps) selama periode 2017 dari 208,45 pada Desember 2016 menjadi ke 242,98 pada Desember 2017.

Ia menambahkan bahwa kinerja pasar obligasi yang meningkat pada 2017 juga tercermin dari kenaikan rata-rata harian nilai transaksi obligasi sebesar 5,89 persen dari Rp15,77 triliun pada 2016 menjadi Rp16,70 triliun pada 2017.

Baca Juga: Hindari Salah Paham, OJK Minta Konsumen Pahami Aturan Leasing

"Likuiditas transaksi yang meningkat turut menopang peningkatan aktivitas transaksi repo," katanya.

Tercatat, total transaksi repo selama 2017 naik sebesar Rp42,04 triliun dari Rp263,17 triliun pada 2016 menjadi Rp305,21 triliun pada 2017. Rata-rata harian nilai transaksi repo juga mengalami kenaikan dari Rp1,10 triliun menjadi Rp1,28 triliun.

Hoesen mengatakan, iklim investasi yang semakin kondusif pasca peningkatan peringkat oleh Standard and Poor's dan Fitch Rating serta turunnya persepsi risiko atas investasi di pasar obligasi mendorong arus modal non-residen yang masuk ke pasar Surat Berharga Negara tercatat mengalami peningkatan menjadi Rp170,3 triliun pada 2017 dari tahun sebelumnya Rp107,3 triliun.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini