Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kinerja Perdagangan Indonesia Membaik

Koran SINDO , Jurnalis-Kamis, 18 Januari 2018 |11:53 WIB
Kinerja Perdagangan Indonesia Membaik
Foto: Koran SINDO
A
A
A

JAKARTA – Kinerja sektor perdagangan yang membaik dan tercatat surplus dalam tiga tahun terakhir terpengaruh oleh pulihnya kondisi perekonomian global.

Kalau ekonomi dunia membaik, perdagangan juga membaik. Tapi, kalau ekonomi dunia tidak membaik, perdagangan juga tidak akan membaik,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Jakarta.

Darmin menambahkan, momentum pulihnya situasi perekonomian dunia ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kinerja ekspor yang sudah memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi sejak awal 2017.

Baca Juga: Neraca Perdagangan Desember 2017 Diproyeksi Surplus USD579 Juta

Mengenai neraca perdagangan pada Desember 2017 yang tercatat defisit, Darmin tidak terlalu mengkhawatirkan hal itu karena defisit lebih banyak dipengaruhi oleh sektor migas. ”Defisit lebih banyak urusannya karena migas, apa dia akan naik terus sendiri, belum tahu kita,” ujarnya.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, neraca perdagangan selama tahun 2017 mencatatkan surplus sebesar USD11,83 miliar secara kumulatif. Nilai tersebut terdiri atas surplus perdagangan nonmigas sebesar USD20,40 miliar dan defisit perdagangan migas sebesar USD8,57 miliar. Negara mitra yang berkontribusi terhadap surplus perdagangan tahun 2017 ini, yaitu India, Amerika Serikat (AS), Filipina, Belanda, dan Pakistan dengan nilai mencapai USD30,5 miliar.

Baca Juga: Neraca Perdagangan Desember 2017 Defisit Rp3,64 Triliun

”Surplus perdagangan sepanjang tahun 2017 ini lebih besar dibandingkan dengan surplus tahun sebelumnya yang hanya mencapai USD 9,53 miliar,”ujar Lukita dalam keterangan tertulisnya kemarin. Secara kumulatif, kata dia, ekspor selama 2017 mencapai USD168,73 miliar atau meningkat sebesar 16,2% dibandingkan tahun 2016 yang nilainya mencapai USD145,2 miliar. Penguatan ekspor pada tahun 2017 didukung oleh ke naikan ekspor migas sebesar 20,1% disebabkan adanya kenaikan harga minyak.

Meskipun demikian, ekspor nonmigas juga berkontribusi signifikan terhadap penguatan ekspor pada tahun 2017. Beberapa produk nonmigas yang nilai ekspornya naik signifikan antara lain, besi baja naik 83,3%; bubur kayu/pulp naik 55,2%; bahan bakar mineral naik 42,5%; serta karet dan barang dari karet naik 36,7%. Selama tahun 2017, ungkap dia, ekspor ke negara-negara mitra dagang juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Peningkatan kinerja ekspor Indonesia terlihat antara lain ke China (naik 41%), India (naik 40,4%), Spanyol (naik 27,4%), Filipina (Naik 25,5%), dan Bangladesh (naik 24,8%).

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement