Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kinerja Perdagangan Indonesia Membaik

Koran SINDO , Jurnalis-Kamis, 18 Januari 2018 |11:53 WIB
Kinerja Perdagangan Indonesia Membaik
Foto: Koran SINDO
A
A
A

Sementara itu, kata Lukita, kinerja perdagangan pada Desember 2017 mencatatkan defisit sebesar USD0,27 miliar. Defisit tersebut bersumber dari defisit perdagangan migas USD1,04 miliar ditambah surplus perdagangan nonmigas sebesar USD0,77 miliar. Meskipun begitu, ekspor pada Desember 2017 tercatat lebih besar dibandingkan Desember 2016. Pada Desember 2017 nilai ekspor tercatat sebesar USD14,79 miliar atau meningkat 6,9% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar USD13,83 miliar.

Baca Juga: Saham Antam Masuk Indeks BEI Baru di Awal Tahun 2018

Kinerja ekspor pada Desember 2017 ini terutama didorong peningkatan ekspor sektor migas. Dari sisi ekspor nonmigas, kata dia, komoditas yang mengalami kenaikan pada Desember 2017 antara lain, besi baja, bijih, kerak dan abu logam, bubur kayu/pulp, perhiasan/ permata, bahan bakar mineral, serat stafel buatan, serta ikan dan udang. Selama Desember 2017, menurut Lukita, nilai impor tercatat sebesar USD15,06 miliar atau turun 0,3% dibandingkan November 2017 yang nilainya USD15,10 miliar. Penurunan ini dipicu melemahnya permintaan impor bahan baku/penolong sebesar 1,2% yang kemungkinan sejalan dengan pengurangan aktivitas industri nasional di akhir tahun.

Di sisi lain, impor barang modal dan impor barang konsumsi pada Desember 2017 mengalami kenaikan masing-masing sebesar 2,0% dan 2,4% dibandingkan bulan November 2017.Secara kumulatif nilai impor selama tahun 2017 mencapai USD156,89 miliar atau naik 15,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai impor 2017 terdiri atas kenaikan impor barang modal sebesar 12,1%; bahan baku/penolong sebesar 16,6%; dan barang konsumsi sebesar 14,7%.

Impor barang-barang nonmigas dari kelompok bahan baku/penolong yang mengalami kenaikan adalah bahan baku untuk industri (naik 24,8%), suku cadang dan perlengkapan alat angkutan (naik 18,0%), serta makanan dan minuman untuk industri (naik 16,9%). Adapun kelompok barang modal yang impornya naik signifikan adalah alat angkutan untuk industri (naik 64,4%).

(Hatim Varabi)

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement