Selanjutnya pengembangan fase 2 dan aerocity senilai Rp300 triliun, proyek Bandara Kulon Progo DIY senilai Rp6,7 triliun, proyek pesawat R-80 senilai Rp21,6 triliun serta pengembangan area terintegrasi pulau flores dengan nilai Rp13,5 triliun.
Baca Juga: Menteri Bambang: Modal Tak Selalu soal Uang
"Kita mulai harus melihat potensi swasta, potensi BUMN dalam kita mendukung investasi infrastruktur yang nantinya bermanfaaat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi selain infrastruktur dasar untuk mendorong pengentasan kemiskinan yang hampir 100% dibiayai oleh APBN," kata dia.
Sekadar informasi, kebutuhan biaya pembangunan infrastruktur sepanjang tahun 2015-2019 sebesar Rp4.769 triliun. Adapun APBN dan APBD hanya mampu membiayai sebesar Rp1.951,3 triliun atau setara dengan 41,3%.
Sisanya, sebanyak Rp2.817,7 triliun atau setara 22,2% akan dialokasikan untuk BUMN dan sebesar Rp1.751,5 triliun atau setara 36,5% diharapkan berasal dari partisipasi pihak swasta.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.