Share

Sri Mulyani: Anggaran dan SDM Paling Mendesak untuk Dibenahi!

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 22 Januari 2018 20:01 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 22 320 1848702 sri-mulyani-anggaran-dan-sdm-paling-mendesak-untuk-dibenahi-qgyfXaYCwC.jpg Foto: Giri/Okezone

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta kepada masing-masing institusi untuk meningkatkan kinerjanya. Hal itu bertujuan agar setiap kinerja  bisa berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia. 

Akan tetapi untuk menghasilkan kinerja yang bagus harus dijalankan secara efektif. Artinya, segala sesuatunya harus disusun sedemikian rupa dari mulai budget, Sumber Daya Manusia (SDM), organisasi hingga bisnis modelnya. 

Baca Juga: Sri Mulyani Dukung Pembiayaan 11 Riset Rp100 Miliar

“Kalau kita resault oriented saya tidak percaya grusak grusuk jalankan dulu urusan hasilnya belakangan. Jadi kalau menurut saya  empat hal itu budget, sdm , organisasinya dan yang terakhir adalah bisnis proses harus diperhatikan,” ujarnya dalam acara Refleksi 2017 & Resolusi 2018 di Kemenpan-RB, Jakarta, Senin (22/1/2018).

Menurut Ani sapaan akrab Sri Mulyani, dalam sebuah kementerian , efisiensi budgeting merupakan hal yang paling penting. Karena dengan efisiensi maka bisa mengetahui sejauh mana Kementerian dan Lembaga tersebut bisa menghasilkan kinerja yang sama bahkan cenderung meningkat.

“Dalam institusi apapun budget itu penting. Dalam satu kesempatan bapak presiden mengatakan anda semua memiliki cara pandang mengelola budget yang efisien atau tidak. Ini penting,” jelasnya. 

Baca Juga: Sri Mulyani Incar Dana Abadi Rp100 Triliun untuk Beasiswa

Selain budgeting, cara mengelola Sumber Daya Manusia juga menjadi penting untuk menjadikan program tersebut menjadi efisien dan bermanfaat. Sehingga untuk memberikan SDM yang baik, para atasan di kementerian dan lembaga diminta untuk tidak memberikan contoh buruk yang bisa membuat SDMnya turun. 

“Kemarin CPNS dari 2 juta pelamar yang diterima hanya 33 ribu, itu asumsinya kita sudah dapat top of the top. Jangan sampai sudah masuk 6 bulan jadi bodoh. Saya sudah katakan ke tim kami (Kementerian Keuangan). Tugas kita bagaimana yang sudah kita dapat makin baik, dia berkembang di organisasinya,” jelasnya. 

Kemudian yang ketiga adalah masalah struktur organisasi. Untuk melakukan hal ini, dirinya meminta kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) agar melakukan restrukturisasi jumlah karyawan di kementerian dan lembaga sesuai dengan tingkat kebutuhan dan fungsinya.

Baca Juga: Sri Mulyani Minta Perpustakaan Nasional Tetap Buka di Hari Libur

"Kalau hanya butuh 4 eselon 1 ya 4 saja enggak perlu 9 orang. Kalau eselon 1 butuh 15 orang ya harus 15 orang, itu really base on job. Menurut kami struktur pemerintahan harus fleksibel berdasarkan kebutuhan," tandasnya.

Di sisi lain, dirinya juga minta kepada Kementerian dan Lembaga memperbaiki bisnis proses. Jangan sampai meskipun sudah berjalan lama namun bisnis proses dari lembaga tersebut tidak maju sedikit pun. 

“Yang terakhir adalah bisnis proses. Di kita itu kalau ada masalah tidak kita selesaikan tetapi sudah mengikuti aturan. Saya pernah jadi menteri sepuluh tahun yang lalu nota dinasnya itu sama seperti sekarang,” jelasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini